Eko Suwanto Desak Pemda DIY Tingkatkan Anggaran Pelatihan & Simulasi Mitigasi Bencana

Media Digital
Media Digital Senin, 07 September 2026 20:47 WIB
Eko Suwanto Desak Pemda DIY Tingkatkan Anggaran Pelatihan & Simulasi Mitigasi Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto/Istimewa

JOGJA—Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk lebih serius mengalokasikan anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Fokus utama dari dorongan ini adalah memperkuat pelatihan dan simulasi penanganan bencana yang berbasis di kelurahan dan kalurahan.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers yang menyoroti pentingnya optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mitigasi dan penanggulangan bencana.

"DIY memiliki keindahan alam dan budaya, namun di sisi lain wilayah ini juga menyimpan berbagai potensi ancaman bencana yang nyata. Di antaranya adalah Gunung Merapi yang saat ini statusnya siaga (level III), potensi megatrust di Pantai Selatan, ancaman potensi gempa, serta berbagai ancaman akibat hidrometeorologi. DIY punya Gunung Merapi hingga Sesar Opak, Pemda punya kewajiban tumbuhkan ketangguhan masyarakat melalui pelatihan, simulasi dan dukungan peralatan yang memadai," kata Eko Suwanto, Senin, (7/9/2026)

Eko Suwanto mengingatkan bahwa wilayah DIY tidak terlalu luas, tapi memiliki potensi bencana baik gunung yang aktif, Merapi yang erupsi besar di 2010, pernah alami gempa bumi 2006 juga potensi megathrust di pantai selatan.

Berdasarkan kajian terhadap rancangan anggaran penanggulangan bencana di DIY untuk tahun 2027 yang bernilai total sekitar Rp18,3 miliar, Eko mencatat adanya alokasi yang dinilai masih belum memadai untuk mewujudkan masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Dari total anggaran tersebut, rinciannya meliputi program penunjang urusan pemerintahan daerah Rp15,2 miliar, program penanggulangan bencana Rp2 miliar, program pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta non-kebakaran Rp405,5 juta, serta program penyelenggaraan keistimewaan urusan kebudayaan Rp690 juta.

Namun, yang menjadi sorotan khusus adalah program penyediaan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan bencana untuk target tahun 2027 yang hanya mencakup 25 keluarga dengan alokasi anggaran Rp690.909.000. Begitu pula dengan program penyediaan logistik penyelamatan dan evakuasi korban bencana yang dirancang untuk 500 orang dengan anggaran Rp537.810.150.

Melihat kondisi tersebut, Komisi A DPRD DIY menyampaikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi strategis kepada Pemda DIY.

"Pertana Anggaran penanggulangan bencana harus ditingkatkan dengan memprioritaskan dukungan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana yang berbasis di kelurahan dan kalurahan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memudahkan koordinasi langsung dengan lurah, pamong, destana/tantana, KSP, Satlinmas, serta elemen masyarakat dan media," kata Eko Suwanto .

Simulasi ini juga perlu melibatkan jurnalis agar aspek liputan dan logistik penanganan bencana dapat teredukasi dengan baik.

Kedua, Eko Suwanto menegaskan pentingnya penegakan peraturan daerah (perda) tata ruang untuk meminimalisir risiko bencana. Pelanggaran tata ruang seperti pembangunan hotel di pinggir pantai atau berkurangnya kawasan resapan akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan harus ditindak tegas guna mencegah ancaman seperti abrasi, banjir, maupun krisis oksigen akibat hilangnya vegetasi.

Ketiga, Pemda DIY diminta untuk melibatkan perguruan tinggi dalam konsolidasi edukasi penanggulangan bencana, misalnya melalui integrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik kebencanaan. Selain itu, sektor swasta dan dunia usaha di Yogyakarta juga harus didorong untuk memastikan tempat-tempat usaha mereka memiliki standar ketangguhan dalam menghadapi bencana.

Keempat, aspek keselamatan relawan dan jurnalis yang meliput di zona rawan bencana (seperti kelengkapan safety helmet dan pakaian standar mitigasi) juga harus diperhatikan dan difasilitasi dalam skema dukungan peralatan penanggulangan bencana.

"Langkah-langkah preventif ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemda DIY demi mewujudkan masyarakat dan kawasan yang siaga, tangguh, serta siap menghadapi segala risiko bencana di masa depan," kata Eko Suwanto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online