Bantu Tekan Kemiskinan, BAZNAS Klaten Salurkan Bantuan Rehab 125 RTLH dan 110 Jamban

Media Digital
Media Digital Senin, 07 September 2026 18:47 WIB
Bantu Tekan Kemiskinan, BAZNAS Klaten Salurkan Bantuan Rehab 125 RTLH dan 110 Jamban

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan sambutan saat sosialisasi penyaluran bantuan rehab RTLH dan jambanisasi, Kamis (3/9/2026). /Istimewa-Bagian Prokopim Setda Klaten.

Harianjogja.com, KLATEN—Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Klaten menyalurkan bantuan perbaikan 125 rumah tak layak huni (RTLH) dan jambanisasi 110 unit. Total nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,26 miliar.

Penyaluran bantuan itu disampaikan dalam Sosialisasi Pelaksanaan Penyaluran Bantuan kepada Asnaf Fakir Miskin melalui Program Kemanusiaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BPRR, serta Program Kesehatan Jambanisasi Tahun 2026 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten, Kamis (3/9/2026).

Nilai bantuan untuk perbaikan RTLH sebesar Rp15 juta per unit. Sementara, nilai bantuan untuk jambanisasi sebesar Rp3,5 juta. Total bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Klaten melalui program tersebut mencapai Rp2,26 miliar, yang tersebar di 25 kecamatan dan 67 desa di Kabupaten Klaten.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Klaten yang selama ini terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten, saya mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Klaten yang sudah berkolaborasi dengan luar biasa dan berdaya. Sehingga selalu bisa memberikan dan menghadirkan berbagai macam bantuan yang insyaallah bisa meringankan beban warga masyarakat yang membutuhkan,” tutur Bupati Hamenang.

Hamenang mengatakan bantuan rehab RTLH dan jambanisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mengatasi persoalan kemiskinan. Sebab, kondisi rumah dan sanitasi yang tidak layak dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan keluarga.

Hamenang menjelaskan, persoalan kemiskinan sering kali berkaitan dengan kondisi tempat tinggal dan sanitasi yang kurang layak. Rumah yang tidak layak dapat memengaruhi kualitas kehidupan keluarga, termasuk kondisi jamban dan kesehatan.
“Harapannya, dengan dua bantuan ini ke depan bisa meringankan dan meningkatkan taraf hidup keluarga masyarakat di wilayah Kabupaten Klaten,” kata Hamenang.

Hamenang mengungkapkan intervensi terhadap persoalan dasar tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama. Program RTLH dan jambanisasi diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar berupa hunian yang layak dan sanitasi yang sehat.

Hamenang mengatakan asih terdapat pekerjaan rumah yang cukup besar dalam penanganan RTLH di Kabupaten Klaten. Berdasarkan data yang menjadi acuan pemerintah, terdapat sekitar 6.800 unit yang masih perlu ditangani.

Sementara kemampuan penanganan setiap tahun sekitar 1.000 unit melalui kolaborasi berbagai sumber pembiayaan, baik pemerintah kabupaten, BAZNAS, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.

“Kurang lebih ada 6.800 yang harus ditangani. Kemampuan kabupaten setiap tahun kurang lebih 1.000 unit. Itu pun sudah melalui kolaborasi dari anggaran kabupaten, BAZNAS, provinsi, dan pusat. Jadi mungkin dalam lima tahun insyaallah bisa selesai dengan kolaborasi,” ungkap Hamenang.

Hamenang mengajak para ASN, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang memiliki kemampuan untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Klaten.

“Doa-doa kami yang terbaik untuk BAZNAS. Semoga ke depan saudara-saudara kami, ASN, dan stakeholder lainnya bisa berzakat serta menyetorkan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Klaten,” ujar Hamenang.

Hamenang juga meminta dukungan para camat dan kepala desa untuk terus memperbarui data masyarakat yang membutuhkan bantuan. Akurasi dan pembaruan data dinilai penting agar program pengentasan kemiskinan dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Saya mohon bantuan Bapak-Ibu camat dan kepala desa untuk selalu terus memperbarui data. Sehingga ke depan, dalam rangka mengentaskan masalah kemiskinan di Kabupaten Klaten, program yang kita jalankan bisa semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Ketua BAZNAS Klaten, Muchlis Hudaf menyampaikan sosialisasi tersebut melibatkan sejumlah Camat dan perwakilan pemerintah desa yang menjadi wilayah penyaluran bantuan.

“Sosialisasi ini digelar agar penyaluran bantuannya dapat tepat guna dan tepat sasaran. Program ini merupakan bentuk wujud nyata kepedulian bersama antara BAZNAS bersama Pemerintah Kabupaten dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Klaten,” ungkap dia. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online