BPJS Ketenagakerjaan Ajak Anak Muda Siapkan Pensiun Sejak Kerja
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama. /Istimewa.
Harianjogja.com, SEMARANG— Masa pensiun tidak seharusnya baru dipikirkan ketika seseorang mendekati akhir masa kerja. BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda mulai merencanakan masa depan dan mempersiapkan perlindungan hari tua sejak pekerjaan pertama.
Pesan tersebut disampaikan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya saat memberikan Kuliah Umum Literasi Dana Pensiun di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 yang telah dicanangkan sehari sebelumnya, Minggu (6/9/2026), secara serentak di Jakarta, Bandung, dan Semarang. Untuk wilayah Semarang, pencanangan dipusatkan di kawasan Simpang Lima.
Melalui kegiatan di lingkungan kampus, BPJS Ketenagakerjaan ingin memperluas pemahaman generasi muda mengenai pentingnya perencanaan hari tua sebelum mereka benar-benar memasuki usia pensiun.
Kuliah umum itu turut dihadiri Wakil Dekan Kemahasiswaan FEB Universitas Diponegoro Harjum Muharam serta para mahasiswa FEB Undip.
Trisna mengajak mahasiswa memandang masa pensiun sebagai bagian dari perjalanan hidup yang perlu disiapkan sejak dini. Menurut dia, bekerja bukan semata-mata soal mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga membangun perlindungan dan kesinambungan pendapatan untuk masa depan.
“Hari tua sebenarnya dimulai sejak pekerjaan pertama. Ketika seseorang mulai bekerja dan memperoleh penghasilan, pada saat itulah perencanaan masa depan juga seharusnya mulai dibangun. Semakin dini kita memiliki kesadaran tersebut, semakin besar kesempatan kita untuk mempersiapkan masa tua yang mandiri dan sejahtera,” ujar Trisna.
Dalam kesempatan tersebut, Trisna juga menjelaskan perbedaan fungsi Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Kedua program tersebut memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memberikan perlindungan bagi pekerja.
JHT berfungsi membangun modal yang dapat dimanfaatkan ketika pekerja memasuki masa pensiun. Sementara itu, JP dirancang untuk menjaga kesinambungan penghasilan melalui manfaat berkala.
Menurut Trisna, generasi muda justru memiliki keuntungan karena mempunyai waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan masa pensiun. Karena itu, kesadaran mengenai jaminan sosial perlu dibangun bersamaan dengan persiapan memasuki dunia kerja.
“Kita ingin mahasiswa memahami bahwa perencanaan hari tua bukan hanya urusan generasi yang sudah mendekati pensiun. Justru generasi mudalah yang memiliki waktu paling panjang untuk mempersiapkannya. Bekali diri dengan kompetensi untuk memasuki dunia kerja, pastikan memiliki perlindungan sejak mulai bekerja, dan bangun kebiasaan mempersiapkan masa depan sejak dini,” tambah Trisna.
BPJS Ketenagakerjaan berharap pemahaman yang diperoleh mahasiswa melalui kuliah umum tersebut tidak berhenti di ruang akademik. Pengetahuan mengenai jaminan sosial dan perencanaan pensiun diharapkan dapat menjadi bekal ketika mahasiswa memasuki pasar kerja.
Selain itu, mahasiswa diharapkan turut menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama para pemangku kepentingan, termasuk BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan masa purnabakti sejak masih berada pada usia produktif.
Pencanangan Bulan Dana Pensiun 2026 di Simpang Lima Semarang dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Kepala Departemen Pengawasan Penjaminan, Dana Pensiun dan Pengawasan Khusus OJK Asep Iskandar, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Johan Hadiyanto, Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo, serta Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY Cahyaning Indriasari.
Cahyaning Indriasari mengatakan semangat Bulan Dana Pensiun 2026 sejalan dengan peran BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sepanjang perjalanan hidupnya. Perlindungan tersebut termasuk melalui Program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.
Menurut Cahyaning, persiapan menghadapi masa pensiun perlu dilakukan ketika seseorang masih aktif bekerja. Dengan begitu, pekerja tidak baru mulai memikirkan masa depan ketika masa kerja sudah mendekati akhir.
“Masa pensiun perlu dipersiapkan ketika kita masih aktif bekerja, bukan baru dipikirkan ketika masa kerja akan berakhir. Melalui Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja memiliki bekal dan kesinambungan penghasilan sehingga dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang dan sejahtera,” tutup Cahyaning.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
Golkar menilai pernyataan AHY soal kekuasaan menjadi sinyal kesiapan Ketua Umum Demokrat itu menghadapi Pilpres 2029.
Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 digelar 10–13 September di UNY. Enam tim nasional bersaing, dengan target berkembang hingga Asia.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.