Tangani Krisis Air Bersih, Pemkab Klaten Menggandeng Berbagai Pihak

Media Digital
Media Digital Senin, 07 September 2026 20:27 WIB
Tangani Krisis Air Bersih, Pemkab Klaten Menggandeng Berbagai Pihak

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyalurkan bantuan air bersih ke bak penampungan warga di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Senin (1/9/2026)./ Istimewa

KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten terus berusaha menangani dampak kekeringan dan krisis air bersih. Upaya itu diwujudkan dengan menyalurkan bantuan air bersih dan mencari sumber air untuk dialirkan ke daerah yang membutuhkan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, distribusi air bersih dilakukan secara rutin untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kekeringan.

Penanganan krisis air bersih tidak hanya mengandalkan anggaran Pemkab Klaten. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) hingga stakeholder lainnya.

“Jadi di penanganan kekeringan ini, kami juga bekerja sama dengan banyak stakeholder,” ujar Hamenang saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, pekan kemarin.

Upaya mengatasi krisis air bersih juga mendapat dukungan dari Dewan Dakwah Indonesia. Lembaga tersebut memiliki pompa dan tampungan air yang kini dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan dari Dewan Dakwah Indonesia. Beliau-beliau sudah punya pompa lama dan tampungan air. Kemarin kita komunikasikan, alhamdulillah bisa dipergunakan,” jelas Hamenang.

Pemkab Klaten selanjutnya akan mengupayakan pembangunan jaringan perpipaan dari sumber air tersebut. Jaringan ini diharapkan dapat mengalirkan air dari sumur dan tampungan menuju wilayah yang membutuhkan, terutama Desa Sidorejo dan Kendalsari, Kecamatan Kemalang.

“Bahkan nanti insyaallah akan diusahakan pipanisasinya, sehingga sumur yang dimiliki beliau dan tandonnya insyaallah bisa kita naikkan ke atas untuk mengaliri Sidorejo dan Kendalsari,” katanya.

Dengan adanya jaringan perpipaan tersebut, Pemkab Klaten berharap persoalan kekeringan di wilayah tersebut dapat dikurangi secara signifikan.

Sementara itu, untuk Desa Tlogowatu dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang, Pemkab Klaten tengah mengupayakan pembangunan sumur dengan dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Hamenang berharap pembangunan sumur tersebut segera direalisasikan sehingga dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini terdampak krisis air bersih.
Pemkab Klaten bahkan menargetkan persoalan krisis air bersih di wilayah terdampak dapat teratasi hingga mendekati 100 persen pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kita tahun depan sudah hampir clear 100 persen permasalahan krisis air bersih di Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Hamenang menyebut kebutuhan dropping air bersih di Kabupaten Klaten menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil dari berbagai intervensi pemerintah, termasuk peningkatan layanan penyediaan air melalui PDAM serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

“Pelan-pelan nanti akan kita selesaikan permasalahan kekeringan dan krisis air di empat desa ini. Alhamdulillah kalau trennya dari tahun ke tahun sudah menurun karena kita intervensi PDAM dan segala cara lain, akhirnya menurun,” ungkapnya.

Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan persoalan krisis air bersih di wilayah atas Kabupaten Klaten dapat sepenuhnya terselesaikan.

“Semoga beberapa tahun ke depan sudah clear 100 persen, sehingga masyarakat di wilayah atas tidak lagi mengalami kendala air bersih,” pungkas Hamenang. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online