Ini Empat Indikator Kinerja yang Harus Dicapai Lurah Baru Bantul
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Anggota DPRD DIY, Aslam Ridlo (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku yang berjudul Perkembangan Anak Usia Dini : Tinjauan Praktis Seorang Ibu Bekerja di Bawuran, Kapanewon Pleret, Bantul, Kamis (6/8)./ Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim Ramadhani
Upaya meningkatkan literasi masyarakat tidak hanya dilakukan dengan mengajak warga gemar membaca, tetapi juga menghadirkan bacaan yang dekat dengan kebutuhan mereka. Hal itulah yang menjadi alasan digelarnya kegiatan bedah buku berjudul Perkembangan Anak Usia Dini: Tinjauan Praktis Seorang Ibu Bekerja di Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Bantul, Kamis (6/8).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY itu diikuti guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta warga sekitar Bawuran. Pemilihan tema buku tentang perkembangan anak usia dini disesuaikan dengan peserta yang sebagian besar merupakan pendidik PAUD.
Anggota DPRD DIY, Aslam Ridlo, mengatakan pemilihan tema bedah buku kali ini memang diarahkan kepada guru PAUD. Menurutnya, kegiatan literasi akan lebih bermanfaat apabila materi yang dibahas disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
"Kebetulan ini ada pakarnya. Kemudian yang selanjutnya, kalau ada kekurangan mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya, Kamis.
Aslam juga menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas guru PAUD perlu terus diperluas. Dia berharap kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di tingkat provinsi, tetapi dapat semakin dekat dengan masyarakat di kabupaten dan kota.
Menurutnya, kegiatan literasi juga dapat menjadi pintu masuk untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan anak. Karena itu, dia mendorong pengembangan kegiatan yang secara khusus dapat meningkatkan kapasitas para pendidik PAUD.
Aslam juga menyampaikan gagasan agar kegiatan bedah buku lebih banyak digelar di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat membantu mendekatkan buku dengan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan minat baca.
"Selain hari ini juga bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan minat baca buku," katanya.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Bantul, Muhammad Zainul Zain, mengatakan kegiatan literasi juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan program perlindungan anak. Menurutnya, kolaborasi tersebut memungkinkan kegiatan literasi menjadi lebih luas karena tidak hanya membahas kebiasaan membaca, tetapi juga memberikan pengetahuan yang berkaitan dengan persoalan anak.
Zainul menilai kerja sama tersebut menjadi peluang positif untuk memanfaatkan momentum kegiatan literasi secara lebih optimal.
"Dengan begitu, satu kegiatan dapat memberikan manfaat dari beberapa sisi, terutama bagi masyarakat dan anak," ucap Zainul.
Budaya Membaca
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan kegiatan bedah buku menjadi salah satu cara pemerintah memperluas budaya membaca sekaligus mendorong masyarakat menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ilmu pengetahuan memang tidak selalu memberikan hasil secara cepat. Namun, pengetahuan yang terus dikembangkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi seseorang di masa mendatang.
DPAD DIY bersama DPRD DIY, kata dia, terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat mendekatkan masyarakat dengan buku. Bedah buku tidak hanya diharapkan berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi juga mendorong peserta membawa kebiasaan membaca ke lingkungan keluarga masing-masing.
"Kami berharap buku ini nanti sampai di rumah bisa dibaca dan menjadi trigger atau pemicu untuk membaca buku berikutnya," katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.