PT Astra International Tbk Kembangkan Wisata Budaya Osing di Desa Sejahtera Banyuwangi
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
Anggota DPRD DIY, Purwanto, saat menjadi pembicara dalam bedah buku di Balai Padukuhan Sokoliman 1, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Senin (11/5)./ Harian Jogja - David Kurniawan
GUNUNGKIDUL - Warga di Padukuhan Sokoliman 1, di Bejiharjo, Karangmojo, diajak lebih serius memperhatikan pola asuh anak sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045. Pembahasan itu mengemuka dalam bedah buku 101 Pengetahuan Modern untuk Anak yang digelar di balai padukuhan setempat, Senin (11/5).
Kegiatan yang menghadirkan masyarakat dan pegiat literasi tersebut tidak hanya membahas tumbuh kembang anak, tetapi juga pentingnya budaya membaca untuk membentuk generasi muda yang lebih cerdas dan mampu bersaing di masa depan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Purwanto, mengatakan kualitas generasi muda di Gunungkidul akan sangat menentukan kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi pada 2045.
“Anak Gunungkidul harus cerdas dan menjadi generasi muda yang unggul guna menyambut Indonesia Emas 2045,” kata Purwanto.
Menurut dia, pembahasan mengenai pola asuh anak juga berkaitan dengan program
Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Pusat. Program tersebut dinilai memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Adapun bedah buku yang digelar menjadi sarana memberikan wawasan kepada orang tua mengenai pola pengasuhan yang tepat untuk mendukung perkembangan anak sejak dini.
Purwanto menilai tingkat kecerdasan anak akan berpengaruh besar terhadap masa depan bangsa. Karena itu, masyarakat diminta ikut terlibat dalam mempersiapkan generasi muda menyambut Indonesia Emas 2045. Selain membahas pola asuh, kegiatan bedah buku tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat di Gunungkidul.
“Membaca buku adalah kebiasaan yang baik sehingga program literasi ini harus lebih ditingkatkan dalam rangka peningkatan kecerdasan,” katanya.
PustakawanAhli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mengatakan kegiatan bedah
buku digelar melalui kerja sama dengan DPRD DIY sebagai upaya meningkatkan minat baca sekaligus daya baca masyarakat. “Tidak hanya minat baca, tapi juga daya baca. Peningkatan daya baca ini juga penting karena berkaitan dengan kecerdasan kognitif dalam merespons sesuatu,” katanya.
Menurut Hadi, kemampuan membaca yang baik juga penting untuk membantu masyarakat memilah informasi dan menyaring berita bohong atau hoaks yang beredar luas. Salah satu narasumber bedah buku, Desi Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut memberi banyak manfaat karena peserta mendapatkan pengetahuan mengenai perkembangan anak dan pola pengasuhan
yang tepat di rumah.
Desi menjelaskan buku yang dibedah memuat berbagai pengetahuan untuk anak, mulai dari biologi, dunia hewan, kesehatan, tumbuhan, pengetahuan umum, fisika, keajaiban dunia, penemuan, biografi tokoh, hingga olahraga. “Ini bisa jadi panduan dalam upaya pola asuh pada anak di rumah,” katanya (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra membangun amphitheater di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, untuk melestarikan budaya Osing sekaligus mendorong pengembangan wisata dan ekonomi ma
Negara-negara ASEAN menyepakati Deklarasi Bali untuk melindungi hak cipta karya jurnalistik dari penggunaan tanpa izin oleh platform digital dan AI.
Warga Kampung Ngadiwinatan, Ngampilan, mendapat edukasi pencegahan kebakaran rumah tangga dan praktik pemadaman api bersama Damkarmat Jogja.
Korban penembakan di bengkel Boyolali menjalani operasi untuk mengangkat peluru yang bersarang di pipi kiri. Polisi memburu terduga pelaku.
Cek jadwal DAMRI YIA-Jogja Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lima pilihan tujuan dan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
KAI Daop 6 Yogyakarta menunda penertiban emplasemen Stasiun Solo Jebres. Stasiun ini melayani rata-rata 5.100 penumpang setiap hari.