CSR Bank Jateng Bedah 5 Rumah Tak Layak Huni di Rembang
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
egiatan internalisasi kesejarahan melalui pembinaan komunitas dibuka dengan tarian Golek Ayun-ayun di Joglo Darmastuti, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Bantul, Selasa (12/5/2026). Harian Jogja - Kiki Luqman
BANTUL - Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul menggelar kegiatan internalisasi kesejarahan melalui pembinaan komunitas di Joglo Darmastuti, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat sejarah makam Roro Oyi dan keris Banyusumurup sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya masyarakat.
Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul, Purwanto, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan pemahaman masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal yang berkembang di wilayah Imogiri.
“Kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat melalui pengenalan sejarah makam-makam kuno serta tradisi pembuatan dan pelestarian keris di Banyusumurup,” katanya.
Menurut Purwanto, kegiatan internalisasi kesejarahan tersebut merupakan program Dana Keistimewaan melalui Dinas Kebudayaan Bantul tahun 2026. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sejarah lokal, forum itu juga menjadi media diskusi antara akademisi, pegiat budaya, dan masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kebudayaan menghadirkan tiga narasumber yakni Dr. Ahmad Athoilah, Dr. Lilik Suharmaji, serta Mujiono yang membahas sejarah kawasan makam dan perkembangan budaya Mataram.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Bantul, Sarjiman, menyebut kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membuka kembali pemahaman masyarakat mengenai sejarah Mataram yang berkembang di wilayah Bantul.
“Hari ini nantinya akan membuka cakrawala sejarah kita terkait sejarah Mataram, terkait satu cerita yang memang mungkin belum banyak orang yang tahu yaitu Roro Oyi,” katanya.
Sarjiman menjelaskan kisah Roro Oyi berkaitan dengan perjalanan sejarah Mataram Islam. Cerita itu, kata dia, memiliki keterkaitan dengan kawasan makam di Imogiri hingga tradisi keris Banyusumurup.
“Bagaimana kemudian kaitannya dengan keris Banyusumurup yang sangat ikonik di Bantul, di Imogiri, di Girirejo ini yang nanti juga pasti ada kaitannya, bagaimana sejarah Mataram dan bagaimana keris itu menjadi salah satu budaya yang menjadi ciri khas,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan serupa tahun ini juga akan digelar di Kasihan dan Pleret sebagai bagian dari penguatan karakter budaya di Kabupaten Bantul.
Caption foto: Kegiatan internalisasi kesejarahan melalui pembinaan komunitas dibuka dengan tarian Golek Ayun-ayun di Joglo Darmastuti, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Bantul, Selasa (12/5/2026)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Kenaikan harga Pertamax memaksa Damkar Kulonprogo membatasi evakuasi sarang tawon dan edukasi sekolah demi menghemat biaya operasional armada.
Kiper 40 tahun Vozinha bikin Spanyol gigit jari di Piala Dunia 2026. Debutan Tanjung Verde tahan imbang 0-0. Simak kisah harunya.
Program Mas JOS telah menjangkau 45 kelurahan di Kota Jogja. Warga diajak memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Tiwi/Fadia melaju ke 16 besar Macau Open 2026 usai menang telak atas wakil India. Leo/Daniel juga lolos setelah lawan mundur.
BKSDA Sumbar memastikan harimau Sumatra yang muncul di Agam merupakan induk dan anak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan saat berkebun.