Advertisement
Komisi A DPRD DIY Usulkan Sokongan untuk Anak Praka Farizal
Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto. / ist
Advertisement
KULONPROGO—Nasib anak berusia dua tahun dari almarhum Praka Farizal Romadhon menjadi perhatian dalam kunjungan takziah Komisi A DPRD DIY di Sidorejo, Lendah, Kulonprogo. Selain duka mendalam, muncul dorongan agar masa depan keluarga yang ditinggalkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto datang langsung ke rumah duka, Rabu (1/4/2026), menemui ayah almarhum, Pak Senam, beserta keluarga. Kehadiran para wakil rakyat ini menjadi bentuk empati sekaligus langkah awal mendorong kebijakan konkret bagi keluarga prajurit yang gugur.
Advertisement
Perhatian untuk Anak yang Ditinggalkan
Dalam pertemuan tersebut, Eko Suwanto menegaskan pentingnya perhatian jangka panjang bagi keluarga, khususnya putra almarhum yang masih balita.
BACA JUGA
Ia mendorong Pemda DIY memberikan dukungan nyata, seperti beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi, agar masa depan anak almarhum tetap terjamin.
"Almarhum ini masih punya putra, baru umur dua tahun, dari istri yang sangat setia mendampingi," ujarnya.
Menurutnya, perhatian ini penting karena Praka Farizal gugur saat menjalankan tugas negara sebagai bagian dari misi perdamaian dunia.
Dorongan Gelar Pahlawan Nasional
Selain perhatian bagi keluarga, Komisi A DPRD DIY juga mendorong pemerintah pusat memberikan penghargaan tertinggi berupa gelar Pahlawan Nasional kepada tiga prajurit TNI yang gugur.
Mereka adalah Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon Selatan.
"Kita memyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Mas Farizal Romadhon di Lebanon, sekaligus ini ucapan duka yang mendalam atas meninggalnya tiga prajurit TNI di Lebanon serta tiga yang luka," kata Eko.
Ia menilai ketiganya mewakili bangsa Indonesia dalam menjalankan amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia.
Pemulangan Jenazah dan Respons Pemerintah
Eko Suwanto juga menyampaikan pihaknya terus memantau proses pemulangan jenazah ke tanah air. Ia telah berkomunikasi dengan jajaran TNI untuk memastikan kepastian waktu kedatangan almarhum di DIY.
"Saya juga sudah komunikasi dengan Pak Danrem dan jajaran untuk terus memonitor kapan jenazah akan tiba," ujarnya.
Selain itu, Komisi A DPRD DIY berencana menggelar rapat bersama Pemda DIY untuk merumuskan bentuk perhatian bagi keluarga yang ditinggalkan.
Informasi yang dihimpun, Praka Farizal seharusnya menyelesaikan tugasnya pada April dan dijadwalkan pulang pada Mei 2026. Namun, menjelang akhir masa tugas, ia gugur akibat serangan yang terjadi di wilayah penugasan.
Kecaman atas Serangan dan Dorongan Sikap Tegas
Dalam kesempatan itu, Eko Suwanto juga mengutuk serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit TNI. Ia menilai tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional serta resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ia mendesak pemerintah Indonesia untuk aktif berkoordinasi dengan lembaga internasional dan menyampaikan persoalan ini ke Perserikatan Bangsa-Bangsa agar ada langkah tegas terhadap pihak yang menyerang pasukan perdamaian.
"Serangan ini melukai hati seluruh rakyat Indonesia dan kita berharap pemerintah berani bersikap tegas terhadap pihak yang menyerang pasukan perdamaian di Lebanon," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur agar mendapatkan tempat terbaik. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Tanda Sepele di Feses Anak Bisa Jadi Alarm Dini Pencernaan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







