Advertisement

Bangkit dari Stroke Muryani Andalkan JKN

Media Digital
Senin, 06 April 2026 - 13:47 WIB
Sunartono
Bangkit dari Stroke Muryani Andalkan JKN Muryani di Yogyakarta bangkit dari stroke berkat JKN, jalani perawatan lengkap tanpa biaya tambahan dan obat rutin selalu tersedia. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Satu dekade terakhir, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia. Keberadaannya menjadi tumpuan sekaligus harapan untuk meraih kembali kesehatan. Melalui penjaminan layanan kesehatan, peserta tak perlu risau akan tingginya biaya pengobatan.

Muryani, salah satu warga Kota Yogyakarta merasakan betul manfaat Program JKN. Memasuki usianya di kepala enam, Muryani berjuang bangkit dari stroke dan hipertensi.

Advertisement

“Saya ada stroke dan penyumbatan jantung, dua kali terkena serangan stroke. Pertama hanya dinyatakan stroke ringan, kemudian datang serangan yang kedua,” kata Muryani, Selasa (31/03).

Serangan tersebut membuat Muryani terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan. Semua perawatan tersebut ia lakukan dengan penjaminan dari JKN, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun.

“Awalnya dari tensi tinggi, sampai 190. Pada saat itu saya sedang jalan biasa saja mau membeli telur, tiba-tiba rasanya lemas seperti mau jatuh. Saya langsung ke rumah sakit, ternyata tensi tinggi dan dinyatakan stroke ringan. Kemudian selesai perawatan, saya pulang lalu kena lagi serangan kedua. Saya perawatan menggunakan JKN di RS Bethesda,” terang Muryani.

Dua kali melawan stroke dengan JKN, Muryani merasakan layanan tanpa beban biaya. Menurut pengalamannya, tak ada perlakukan berbeda maupun kurang menyenangkan yang ia terima. Ia senang, layanan kesehatan yang diaksesnya menggunakan JKN berjalan lancar. Semangatnya untuk kembali sehat pun semakin besar.

“Semua menggunakan jaminan JKN. Menurut saya pelayannnya bagus dan semua prosesnya saya rasa lancar. Kondisi saya pun membaik setelah menjalani perawatan. Belum pernah saya menemukan kendala atau dimintai tambahan biaya, sama sekali tidak ada. Semuanya gratis tis tis,” tegasnya.

Selama menjalani pengobatan rutin, semua tenaga kesehatan memberikan layanan optimal. Bahkan untuk obat-obatan rutin yang ia konsumsi, semua dijamin dan ketersediaannya selalu ada.

“Dokternya bagus, susternya ramah kepada pasien. Saya sekarang kontrol rutin, kalau obatnya habis saya kontrol, obatnya pun selalu tersedia. Bermacam-macam ya, ada obat untuk menurunkan tensi, pelancar untuk darah dan sebagainya,” katanya.

Muryani pun berharap, keberadaan program ini dapat terus berkelanjutan. Baginya, JKN merupakan andalan dan tumpuan untuk kesembuhannya. Kini Muryani menjalani pengobatan dengan tenang dan dapat berfokus pada kondisi kesehatannya.

“Harapan saya tentu JKN ini terus ada. Kasihan masyarakat seperti saya ini, sudah lanjut usia, tidak bekerja dan butuh untuk pengobatan. Semoga JKN dan BPJS Kesehatan selalu lancar, bagus dan memberikan yang terbaik,” tutupnya. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

WFH di Pemkot Jogja Dibatasi, Sebagian Besar ASN Tetap Masuk

WFH di Pemkot Jogja Dibatasi, Sebagian Besar ASN Tetap Masuk

Jogja
| Senin, 06 April 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Wacana Batas Usia Medsos Picu Kekhawatiran Baru, Ini Kata Pakar

Wacana Batas Usia Medsos Picu Kekhawatiran Baru, Ini Kata Pakar

Lifestyle
| Senin, 06 April 2026, 12:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement