Advertisement
Petuah Perempuan Menggema di TBY, Sastra Jadi Ruang Emansipasi
Petuah Perempuan di TBY hadirkan tokoh perempuan dan puisi inspiratif untuk generasi sastra Yogyakarta dalam semangat Hari Kartini. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Panggung sastra di Yogyakarta kembali bergelora melalui acara bertajuk “Petuah Perempuan: Suara Rahim yang Melampaui Dinding” yang digelar di Societet Militairy Taman Budaya Yogyakarta pada 25 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan tujuh tokoh perempuan dari kalangan politikus, pengusaha, dan pemangku kebudayaan yang menyampaikan pesan, cerita, serta puisi inspiratif bagi generasi sastra Yogyakarta.
Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Sastra Evi Idawati, Sekolah Puisi Yogyakarta, dan Piwulang Padepokan Sastra dan Seni ini menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk merayakan peran perempuan dalam dunia sastra sekaligus memperkuat semangat emansipasi melalui karya dan suara.
Advertisement
Pementasan ini didedikasikan untuk memperingati Hari Kartini dengan menghadirkan ragam ekspresi sastra. Selain penampilan para tokoh perempuan, panggung juga diisi tiga repertoar puisi yang mengangkat sosok perempuan bersejarah, yakni Ratu Kalinyamat, Roro Jonggrang, dan Ratu Shima.
Penampilan tersebut dibawakan oleh 40 peserta dari program #piwulangsastra, sebuah inisiatif Rumah Sastra Evi Idawati yang memberikan pembelajaran, pendampingan, serta ruang berekspresi bagi anak-anak, remaja, hingga orang tua dalam menulis, membaca, dan mementaskan puisi.
BACA JUGA
Atmosfer pertunjukan semakin hidup dengan iringan musik dari The Must Dark yang menguatkan setiap pembacaan puisi. Para peserta tampil penuh semangat di atas panggung, menghadirkan energi yang mampu mengundang tepuk tangan meriah dari penonton yang memenuhi gedung pertunjukan.
Sastrawan Evi Idawati dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya mendekatkan sastra kepada masyarakat membutuhkan konsistensi dan semangat yang terus digaungkan. Menurutnya, sastra dapat menjadi sahabat yang menemani perjalanan hidup setiap individu.
“Sastra akan menjadi sahabat terbaik bagi siapapun. Sebagai ekspresi dan juga refleksi bagi seseorang, untuk menyiapkan dirinya sendiri menghadapi perjalanan hidupnya.”
Ia menambahkan, seluruh kata dan kalimat yang disuarakan para perempuan dalam pertunjukan ini diharapkan mampu hidup dalam diri generasi muda sebagai inspirasi sekaligus motivasi untuk terus berkarya di bidang sastra.
“Malam ini, semua kata dan kalimat yang disuarakan oleh para perempuan akan menjadi hidup di dalam dada, detak jantung, menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak muda, generasi sastra Yogyakarta. Mereka tidak perlu takut untuk mengakrabi sastra, menjadi siapapun kita, harus selalu berani menjadikan sastra sebagai kawan akrab yang setia.”
Pertunjukan berlangsung meriah dan mendapat respons positif dari penonton. Salah satu orang tua yang hadir mengaku terkesan dengan acara tersebut karena mampu membuka wawasan anaknya sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk belajar menulis dan mementaskan karya sastra di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
Advertisement
Polisi Tangkap 7 Anggota Geng Remaja Tewaskan Pelajar Bantul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








