OJK Perkuat Kapasitas SDM BPR dan BPRS untuk Mendorong Kredit Usaha Mikro Berkualitas
“Perbankan masih menjadi tulang punggung untuk kegiatan intermediasi keuangan di DIY dan kami yakin bahwa pondasi industri jasa keuangan DIY tetap terjaga,"
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani berfoto di depan stand salah satu siswa dalam Pameran Kewirausahaan dan Apresiasi Wirausaha Belia dalam Model Manajemen Kelompok Usaha Siswa Partisipasi Berantas Kemiskinan Masyarakat (Momenku Siap Berkemas) di area Gedung Pertunjukan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY pada Rabu (28/10/2026). / Harian Jogja - Stefani Yulindriani
SLEMAN—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY memberikan apresiasi kepada 140 rancangan usaha siswa SMA dan SMK melalui Pameran Kewirausahaan dan Apresiasi Wirausaha Belia dalam program Model Manajemen Kelompok Usaha Siswa Partisipasi Berantas Kemiskinan Masyarakat (Momenku Siap Berkemas).
Kegiatan tersebut berlangsung di area Gedung Pertunjukan Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 28–30 Oktober 2026.
Pameran ini menggabungkan usaha penerima beasiswa Momenku Siap Berkemas dengan Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Sejumlah SMK negeri berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di DIY turut berpartisipasi dengan menyediakan stan dan mendukung pelaksanaan acara.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdikpora DIY, Wiwik Indriyani, mengatakan program Momenku Siap Berkemas memberikan bantuan Rp10 juta kepada siswa dari keluarga miskin yang memiliki rancangan usaha potensial.
“Setiap tahun kami punya program Momenku Siap Berkemas. Itu semacam beasiswa yang dikeluarkan dari Dana Keistimewaan untuk siswa miskin yang memiliki rancangan usaha yang baik. Mereka dibantu beasiswa Rp10 juta untuk membuat satu rancangan usaha sampai usaha itu jadi,” kata Wiwik, Rabu (28/10/2026).
Pada hari pertama, Disdikpora DIY memberikan apresiasi kepada 40 proposal terbaik penerima bantuan Rp10 juta. Selain itu, terdapat 100 rancangan usaha siswa SMA dan SMK yang turut dipamerkan.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kolaborasi bersama Direktorat SMK Kementerian Pendidikan untuk pelepasan 1.500 lulusan SMK yang akan bekerja dan magang di luar negeri serta 1.500 peserta dari lembaga kursus dan pelatihan (LKP).
Wiwik menilai pengembangan wirausaha siswa membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, industri, hingga media massa. Setelah siswa lulus, pendampingan usaha akan dilanjutkan melalui Dinas Koperasi dan UKM DIY.
“Usaha itu gampang-gampang susah. Mereka perlu didampingi, terutama dalam mengikuti tren pasar dan membangun pemasaran. Tidak bisa dilepas sendiri,” ujarnya.
Salah satu usaha yang dipamerkan adalah pupuk organik cair Tri Inban karya Claudensius Bangun Saputra, siswa kelas XII Agribisnis Perbenihan Tanaman SMKN 1 Pandak, Bantul.
Inovasi tersebut berhasil meraih juara II FIKSI tingkat nasional kategori Pengembangan Usaha bidang Agribisnis, Agroteknologi, dan Kemaritiman.
Tri Inban memanfaatkan limbah udang, eceng gondok, dan limbah ikan sebagai bahan baku. Pupuk tersebut dikembangkan untuk membantu penyerapan nutrisi tanaman sekaligus memperbaiki kondisi tanah.
Claudensius mengatakan produknya telah dipasarkan sejak Februari 2026. Selama enam bulan menjalankan usaha, dia bersama tim telah menjual 241 botol pupuk. Pemasarannya bahkan menjangkau sejumlah daerah, termasuk Jakarta dan Kalimantan Timur.
“Limbah tersebut belum terolah secara maksimal, terutama di wilayah pesisir Bantul. Karena itu, kami mencoba memanfaatkannya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Selain sektor pertanian, pameran tersebut menampilkan usaha kreatif berbasis pengolahan limbah tekstil.
Desvita Seira Aurelia, alumni SMK Karya Rini Sleman, mengembangkan Seira Fashion yang menawarkan jasa jahit busana serta produk dari kain perca dan celana jeans bekas.
Usaha yang dirintis sejak kelas XI pada 2024 itu memasarkan produk secara daring melalui TikTok Shop dan Shopee, serta mengikuti berbagai pameran dan pasar kreatif di Jogja.
Desvita juga menerima pesanan jahit dari pelanggan di luar DIY, termasuk Magelang, Klaten, dan Solo.
Wiwik berharap pengembangan kewirausahaan siswa dapat membantu meningkatkan keterampilan hidup, mendorong kemandirian ekonomi generasi muda, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka putus sekolah di DIY. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Perbankan masih menjadi tulang punggung untuk kegiatan intermediasi keuangan di DIY dan kami yakin bahwa pondasi industri jasa keuangan DIY tetap terjaga,"
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Juventus menghadapi Genoa pada pekan kesembilan Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan statistik kedua klub.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.
Ekonomi Indonesia dan DIY diperkirakan membaik pada 2027. Inovasi, efisiensi bisnis, dan dukungan bagi UMKM menjadi perhatian Bank BPD DIY.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.