DIY Miliki Stabilitas Ekonomi yang Baik, Ini Dasarnya
Ekonom UGM menilai DIY mampu mempertahankan stabilitas ekonomi. Namun untuk akselerasi pertumbuhan dan pemerataan masih perlu ditingkat.
Ekonom UGM menilai DIY mampu mempertahankan stabilitas ekonomi. Namun untuk akselerasi pertumbuhan dan pemerataan masih perlu ditingkat.
Optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian DIY menguat, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 144,4, jauh di atas batas indeks 100. Hal ini berdasarkan survei konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia DIY pada September 2019.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatatkan Jogja mengalami deflasi sebesar 0,07% pada September 2019. Andil terbesar yang mendorong terjadi deflasi adalah bawang merah turun sebesar 24,52%.
Sejumlah gelombang demonstrasi yang terjadi beberapa daerah tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian, situasi ini juga terjadi di DIY. Meski begitu pendekatan komunikasi perlu dilakukan untuk mencegah efek yang lebih buruk.
ada Agustus 2019, tekanan inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjaga pada tingkat yang rendah sebesar 0,07% (month to month/mtm). Namun, kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan inflasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis inflasi Jogja pada Agustus 2019 tercatat 0,07% dalam Berita Resmi Statistik (BRS) di Kantor BPS DIY, Bantul, Senin (2/9). Andil terbesar yang mendorong terjadi inflasi adalah biaya sekolah dasar naik 7,51%.nn
Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan Juli 2019 dalam kondisi terjaga di tengah perlambatan ekonomi global dan peningkatan tensi perang dagang AS-Tiongkok.
Prospek perkembangan dunia usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan III/2019 diproyeksikan meningkat. Hal ini berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan II/ 2019.
Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok masih memanas dan berpengaruh pada perekonomian dunia. Hal ini justru membawa peluang tersendiri yang bisa ditangkap oleh pelaku ekonomi DIY karena ada kekosongan pasar.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah IV mendorong pasar tradisional di Jogja menjadi garda depan mengawal program stabilisasi harga. Guna mencapai hal tersebut, diperlukan data yang jelas mengenai kebutuhan pokok yang masuk ke pasar.