Merasa Merapi Tak Lagi Mengancam, Ratusan Warga Turgo Pulang ke Rumah
Sedikitnya 136 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (9/2/2021).
Sedikitnya 136 warga Dusun Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, dipulangkan ke rumahnya masing-masing pada Selasa (9/2/2021).
Pemerintah Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman memutuskan untuk memulangkan ratusan pengungsi yang berada di barak pengungsian Purwobinangun pada Selasa (9/2/2021).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi dari Dusun Turgo yang berada di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada Selasa (9/2/2021).
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan pihaknya berencana untuk menerbangkan drone guna melihat kerusakan vegetasi yang berada di lereng barat daya. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan masifnya luncuran guguran material yang mengarah ke arah barat daya lereng Gunung Merapi.
Berbagai kalangan terus membantu para pengungsi terdampak erupsi Gunung Merapi di Purwobinangun, Pakem. Salah satunya dari Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Pengda Kagama) DIY.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan munculnya dua kubah lava di puncak Gunung Merapi, masing-masing potensi bahayanya masih kecil.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan muncul kubah lava baru di Gunung Merapi yang berada di tengah kawah. Munculnya dua kubah lava dalam satu erupsi yang sama baru pertama kali terjadi dalam sejarah Gunung Merapi.
Sebuah fenomena tak lazim dan merupakan pertama kali dalam sejarah muncul di Gunung Merapi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan warga Dusun Turgo maupun Dusun Kemiri, Purwobinangun, Pakem, Sleman, sudah siap menghadapi ancaman bahaya lahar hujan Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan hutan yang berada di bawah supervisinya membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali menjadi hutan sekunder pasca terkena dampak dari material erupsi Gunung Merapi.