Merapi Siaga, Warga Kemalang Siap Mengungsi
Status Gunung Merapi meningkat dari Waspada menjadi Siaga. Warga yang tinggal di kawasan rawan bahaya di Klaten mulai meningkatkan kewaspadaan mereka.
Status Gunung Merapi meningkat dari Waspada menjadi Siaga. Warga yang tinggal di kawasan rawan bahaya di Klaten mulai meningkatkan kewaspadaan mereka.
Peningkatan status Merapi juga berdampak pada operasional destinasi wisata yang berada di lereng Merapi. Destinasi wisata yang berjarak kurang dari radius 5 km sudah diminta tidak beroperasi untuk sementara.
Warga yang termasuk kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan difabel akan dievakuasi mulai Sabtu (7/11/2020) ini. Evakuasi dilakukan secara terbatas, hanya di radius yang berada area 5 km dari puncak Gunung Merapi.
Sebanyak 607 orang warga di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi di Kabupaten Magelang mengungsi pada Jumat (6/11/2020), menyusul peningkatan status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) telah meningkatkan status aktivitas Gunung Merapi menjadi siaga pada Kamis (5/11/2020). Sebagai tindak lanjut, kelompok rentan di daerah berbahaya akan dievakuasi mulai Minggu (8/11/2020) besok.
Menyusul peningkatan status Gunung Merapi dari status Waspada menjadi Siaga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengeluarkan Surat Edaran terkait status kedaruratan bencana Merapi. Pemkab mengaku siap untuk menghadapi bencana Merapi.
Basarnas DIY mengirim satu tim rescue posko Pakem. Pemberangkatan itu merupakan respon atas peningkatan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) menjadi siaga (level 3).
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menyatakan antisipasi bencana Merapi sudah disiapkan sejak lama. Bahkan warga dan seluruh relawan sudah dibekali dengan pemahaman bagaimana melakukan evakuasi. Sesuai rencana kontijensi bencana Merapi, kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, difabel serta ternak yang lebih dulu dievakuasi.
Aktivitas masyarakat sekitar lereng Merapi masih berjalan normal meski ada peningkatan status Merapi dari Waspada ke Siaga.
Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau kepada seluruh warga DIY baik yang berada di lereng Merapi maupun jauh dari Merapi untuk tidak panik dalam merespons peningkatan status kenaikan aktivitas gunung teraktif di dunia itu. Sultan juga meminta Pemkab Sleman menyiapkan upaya mitigasi.