Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ruang terbuka hijau (RTH) di Bumi Binangun hingga awal 2025 ini baru 12% dari luas wilayah yang ada.
Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul memperkirakan anggaran dana keistimewaan terpotong sekitar Rp9-10 miliar karena adanya efisiensi di Pusat.
Pemda DIY mengaku tengah melakukan pemetaan terhadap program keistimewaan yang nantinya terdampak pemangkasan Dana Keistimewaan (Danais) sebagai tindak lanjut d
Pengadaan mesin pengolah sampah untuk TPA Banyuroto, Kulonprogo yang batal dilakukan mengancam umur pembuangan akhir jadi makin pendek.
Ketua Paguyuban Nayantaka, Gandang Hardjanata mengungkapkan bahwa meskipun pemangkasan anggaran tidak terjadi secara penuh tapi dampaknya tetap dirasakan oleh
Dana keistimewaan diketahui ikut terpangkas akibat kebijakan itu dari yang semula Rp1,2 triliun menjadi Rp1 triliun.
Pengurangan dana keistimewaan (Danais) oleh pemerintah pusat menyebabkan sejumlah program di Kulonprogo batal dilakukan pada 2025 ini.
Pemda DIY menghadapi tantangan dalam mengelola anggaran tahun 2025 menyusul terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pel
Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, berhasil mengembangkan potensi mata air yang dimiliki menjadi Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK).