Danais Dipangkas, Lurah di Gunungkidul Khawatir Program Tak Jalan
Lurah di Gunungkidul khawatir pemangkasan anggaran dana keistimewaan akan berpengaruh terhadap program kegiatan yang direncanaaan di tahun depan.
Lurah di Gunungkidul khawatir pemangkasan anggaran dana keistimewaan akan berpengaruh terhadap program kegiatan yang direncanaaan di tahun depan.
Pengurus DPD dan Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY menemui Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X, di Kraton Kilen, Jumat (22/8/2025) malam.
Rencana pembangunan Taman Budaya Bantul kian tak jelas setelah munculnya wacana pemotongan Dana Keistimewaan (Danais) 2026 mendatang
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto mengatakan padat karya 2026 masih menunggu kebijakan.
Adanya pemotongan anggaran untuk pembangunan daerah di DIY, termasuk berkurangnya alokasi dana keistimewaan perlu disikapi oleh Pemda DIY
Danais bagian dari amanat UU Keistimewaan terlepas dari kontribusi sejarah yang telah dicatatkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
“Saya tidak mau dalam pengertian politik danais itu sebagai bentuk dipersamakan dengan waktu swargi kesembilan [Sri Sultan HB IX] membantu membiayai republik,”
Ada kebijakan pusat untuk efisiensi ya mau gimana lagi. Kita lihat saja. Marwah danais yang turun ke kalurahan harus bisa mensejahterakan warga.
Pemerintah Pusat berencana memangkas dana Transfer ke Daerah 2026.Dana Keistimewaan (Danais) DIY pun bakal dipangkas hingga tersisa Rp500 miliar.
Fajar Gegana mengatakan dana keistimewaan yang dikabarkan oleh Kementerian Keuangan pada 2026 akan dikurangi lagi Rp500 miliar, hal ini menjadi keprihatinan Pem