Meski Kasus Melandai, Hoaks Soal Covid-19 Masih Ditemukan
Kementerian Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat dan menyebarkan hoaks, termasuk yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 di internet.
Kementerian Kominfo mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat dan menyebarkan hoaks, termasuk yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 di internet.
Tergesa sebar berita tanpa cek fakta bisa berakhir dengan memalukan, pasalnya tidak semua kabar atau berita benar adanya.
Hoaks atau kabar palsu menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY. Dinas berencana memanfaatkan aplikasi cek fakta untuk menangkal hoak
Beredar kabar bahwa data penting milik Badan Intelijen Negara (BIN) bocor seperti identitas anggota, laporan, dan stategi bisnis.
video kepanikan warga yang ramai-ramai mencari tempat aman karena isu tsunami beredar di media sosial.
Kemenkominfo menjelaskan cara cek gambar palsu agar tidak kena tipu atau hoaks.
Fenomena kampanye negatif terhadap air kemasan galon guna ulang berbahan polikarbonat menggunakan akun berbayar (buzzers) semakin marak. Fenomena ini memperkuat dugaan adanya sponsor dan isu perang dagang di balik polemik isu BPA pada industri air minum dalam kemasan.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengajak segenap insan media untuk mengedepankan tabayyun atau mengecek dan mencari penjelasan sebelum memproduksi berita bagi masyarakat.
Telkom menegaskan bahwa pemberitaan di media massa, iklan, dan media sosial Instagram soal lowongan kerja yang mengatasnamakan anak usaha Telkom, PT Telkom Akses, adalah tidak benar.
Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana melayangkan somasi kepada dua akun media sosial (medsos) karena dinilai membuat narasi yang menyudutkannya memfasilitasi sekelompok orang seolah berideologi HTI. Huda berharap kepada pihak yang menghembuskan isu tersebut segera sadar dan kembali ke jalan yang benar.