Terungkap, Ratna Sarumpaet Empat Kali Operasi Plastik
Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong mengakui telah menjalani operasi plastik sebanyak empat kali.
Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong mengakui telah menjalani operasi plastik sebanyak empat kali.
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein memenuhi panggilan polisi, Senin (13/5/2019). Ia menuding Polri telah menyebarkan berita palsu atau hoaks mengenai dirinya yang berencana kabur ke Brunei Darussalam pada Jumat (10/5/2019) malam.
Setelah mendatap pemanggilan dari pihak kepolisian sebagai saksi kasus dugaan hoaks dan makar, Mayjen Purnawirawan Kivlan Zen akhirnya mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Senin (13/5/2019).
Kivlan Zein dituduh telah menyebarkan berita bohong atau hoaks dan makar. Hal itu membuat dirinya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Rencannaya, ia akan memenuhi panggilan polisi pada Senin (13/5/2019) hari ini di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dinilai menfitnah rakyat Aceh. Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sekaligus Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean ikut kesal.
Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein sudah dapat kembali berpergian ke luar negeri sebab Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham) telah mencabut status pencekalan terhadapnya.
Pemberitaan yang menyebut kliennya hendak bertolak menuju Singapura maupun Brunei Darussalam dibantah oleh pengacara Kivlan Zen, Pitra Romadoni.
Pemilu sudha lewat namun penyebaran kabar bohong atau hoaks masih saja terjadi. Kekinian, aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meringkus seorang pemuda bernama Egiet Yusatanagi (25), karena dituduh menyebarkan hoaks Presiden Joko Widodo sebagai kader PKI melalui akun Facebook dan Instram prabadinya.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengaku polisi telah menerima laporan kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang diduga dilakukan Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zein dan Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) BPN Prabowo - Sandiaga, Lieus Sungkharisma.
Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, menderita kondisi kejiwaan yang tak stabil ketika menyebarkan kebohongannya.