Harga Air Bersih Mahal, Pemerintah Desa Ini Angkat Tangan
Minimnya anggaran membuat Pemdes Mertelu tidak bisa berbuat banyak menangani kekeringan di wilayahnya.
Minimnya anggaran membuat Pemdes Mertelu tidak bisa berbuat banyak menangani kekeringan di wilayahnya.
Sejak datang musim kemarau sebagian warga desa di Kecamatan Prambanan mengalami kesulitan air bersih. Mereka pun hingga saat ini masih membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di desa ini warga harus memenuhi kebutuhan air dengan membeli tangki air lebih mahal dari biasanya.
Masyarakat yang tinggal di lahan gambut seperti di Kalimantan sulit mengakses air bersih yang layak konsumsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul tidak akan meminta tambahan anggaran untuk dropping air dalam pembahasan APBD Perubahan 2018. Dasar untuk tidak meminta tambahan karena anggaran sebesar Rp75 juta dari APBD murni dirasa masih mencukupi untuk penyaluran hingga musim penghujan tiba.
Petani memang memiliki sumur ladang yang dapat membantu kebutuhan air untuk pertanian, namun hal tersebut belum bisa menjangkau untuk keseluruhan lahan milik petani.
Hingga akhir Agustus Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, sudah menyalurkan bantuan dropping air untuk mengatasi kekeringan hampir 2.000 tangki.
Saat ini ada 11 kecamatan di Gunungkidul yang terdampak kekeringan. Jumlah itu bertambah dari sebelumnya yang hanya 10 kecamatan.
Padatnya penduduk di Pulau Jawa menyebabkan krisis air yang semakin parah.
Datangnya musim kemarau membuat sebagian warga di Kabupaten Sleman mengalami kesukitan mendapatkan air bersih. Di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan ada ratusan warga yang mengalami kekurangan air dan mulai mendapatkan dropping air.