Swasta Mulai Turun Tangan Atasi Kekeringan di Gunungkidul
Saat ini masyarakat di desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul hanya mengandalkan sumur galian yang sudah mulai mengering. Sebagian warga juga sudah membeli air sejak awal bulan Juli.
Saat ini masyarakat di desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul hanya mengandalkan sumur galian yang sudah mulai mengering. Sebagian warga juga sudah membeli air sejak awal bulan Juli.
Industri air kemasan pada tahun 90-an hanya ada 38 perusahaan dengan 6 juta liter air, jumlahnya meningkat pada 2016 menjadi 200 perusahaan dengan 25 miliar liter air dengan 1500 merek. Sedangkan pada 2017, jumlahnya naik 217 perusahaan dengan 2.000 merek
Pemkab Bantul terus berupaya mengatasi masalah krisis air bersih di masyarakat. Pemenuhan kebutuhan air warga dilakukan melalui PDAM dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) melalui Sistem Pengelolaan Air Minum Desa (Spamdes).
Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Drajad Ruswandono mengaku kurang paham terkait dengan adanya kegiatan pengembangan telaga tersebut yang mangkrak
Air bersih yang didapat BPBD Gunungkidul didatangkan dari wilayah Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah dan Wilayah Bantul.
Direktur PDAM Tirta Handayani Isnawan Febrianto mengatakan saat ini total cakupan PDAM Tirta Handayani mencapai 65 persen dan ditambah Sistem Pengelolaan Air Minum Desa (SPAMDes) 25%.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto mengaku permasalahan tersebut terjadi lantaran adanya kerusakan dua pompa di sumber air Bribin yang belum dapat beroperasi.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, pada tahun lalu tercatat delapan kecamatan mencakup 18 desa menjadi sasaran bantuan air bersih. Sementara untuk tahun ini bertambah menjadi sembilan kecamatan mencakup 36 desa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Gusdi Hartono menuturkan penyaluran bantuan bagi kekeringan di Kulonprogo tidak harus dilakukan oleh BPBD saja
Setelah desa di Bantul, kini giliran dua desa di Gunungkidul yang mengajukan dropping air. Usulan pengedropan air bersih dipicu mulai sulitnya warga mendapatkan air bersih akibat musim kemarau yang mulai mendera sebagian wilayah di DIY.