Pelatih yang Bawa PSIM Jogja Juara Divisi I Meninggal Dunia
Mantan pelatih Persija dan PSIM Jogja Sofyan Hadi meninggal dunia, Rabu (11/3/2020) siang, di Ciomas Pagelaran Bogor.
Mantan pelatih Persija dan PSIM Jogja Sofyan Hadi meninggal dunia, Rabu (11/3/2020) siang, di Ciomas Pagelaran Bogor.
Jersey PSIM Jogja pada Liga 2 2 2020 akan dipenuhi sponsor.
Manajemen PSIM Jogja akan memperkenalkan skuat Liga 2 2020 kepada publik di Bali Kota Jogja, Rabu (11/3/2020) besok lusa. Selain memperkenalkan 23 pemain yang akan memperkuat PSIM, manajemen juga akan mengenalkan jersey PSIM untuk Liga 2 2020.
Sriwijaya FC telah melakukan persiapan khusus menjelang laga perdana Liga 2 2020 menjamu PSIM Jogja di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (15/3/2020) sore. Laskar Wong Kito Ingin meraup tiga poin.
Manajemen, tim pelatih, dan pemain PSIM Jogja berziarah ke dua kompleks makam raja-raja Mataram, baik di Kotagede maupun Imogiri, Bantul, Kamis (5/3/2020) sore.
Harianjogja.com, JOGJA - Perubahan sistem kompetisi Liga 2 2020 yang tidak lagi menggunakan sistem babak 8 besar mendapatkan respon dari pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro. nnEks pelatih PSS Sleman ini menilai keputusan memberikan slot promosi kepada masing-masing juara grup dan satu tiket melalui format play off untuk masing-masing runner-up grup harusnya dibicarakan oleh operator kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru jauh-jauh hari.nn“Harusnya regulasi ini diumumkan sejak awal. Agar semuanya siap,” kata Seto, Rabu (4/3/2020). nnKarena baru disampaikan Selasa (3/3/2020) malam, Seto mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dengan kemungkinan adanya perubahan skuat ataupun penambahan pemain akibat perubahan regulasi tersebut. nnSebab, selama ini, baik manajemen maupun dirinya berpegang kepada regulasi lama yakni ada babak 8 besar sebelum nantinya digelar babak semifinal. Adapun PSIM Jogja sendiri saat ini sudah memiliki 24 pemain, di mana pendaftaran pemain akan dibuka oleh PT LIB mulai 1 hingga 30 Maret.nn“Mestinya kami komunikasikan dengan manajemen nantinya. Karena konsep awal memang ada 8 besar. Tidak hanya kami, mungkin tim lain juga merasakan hal sama,” lanjut Seto. nnAdanya perubahan regulasi, diakui oleh Seto hal ini cukup memberatkan kontestan Liga 2 2020. Selain PSIM yang kini ditempatkan di grup barat, sejumlah kontestan Liga 2 dipastikan juga keberatan dengan adanya perubahan regulasi yang terkesan dadakan tersebut. nn“Ya, sebenarnya memberatkan. Tapi kita enggak tahu tim lain akan sepedapat, atau tidak?. Pasti kompetisi akan lebih berat. Namun, apapun itu harus dilalui,” terang Seto. nnSeto sendiri mengaku tidak akan memilih grup pada kompetisi Liga 2 2020 kali ini. Sebab, pelatih berlisensi AFC Pro ini menilai baik grup timur maupun barat sama-sama berat. nn“Dari segi teknis kekuatan tim sama,” kata Seto.nnMeski demikian, pelatih asal Kalasan ini secara perlahan mulai mengintip kekuatan dari tim pesaingnya di grup barat. nn“Di sana ada Semen Padang. Ada juga Sriwijaya FC dengan persiapan juga sudah lama. Selain itu ada AS Tiga Naga yang cukup bagus. Kekuatan di grup barat hampir semua merata,” ucap Seto. nnSementara Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2020) siang, menanggapi positif terkait dengan perubahan regulasi untuk Liga 2 2020.nn“Kompetisi akan lebih ketat dan kompetitif,” kata David.nnTerkait dengan adanya penambahan ataupun perubahan komposisi usai adanya perubahan regulasi, David mengaku masih akan membicarakannya dengan pelatih Seto Nurdiyantoro.nn“Soal penambahan pemain, masih dalam tahap diskusi dengan pelatih,” ucap David.
Harianjogja.com, JOGJA - Operator kompetisi Liga 2 2020 PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah merilis draft jadwal, Selasa (3/3/2020) malam. Berdasarkan draft jadwal, PSIM Jogja yang memulai kompetisi Liga 2 2020 di Grup Barat dengan melawan tuan rumah Sriwijaya FC, Minggu (15/3/2020). nn“Berdasarkan draft, kami memulai kompetisi dengan menjalani laga luar kandang melawan Sriwijaya FC,” kata Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2020) siang. nn“Tim pelatih saat ini sedang mempelajari, karena baru mendapatkannya semalam [Selasa (3/3/2020) malam. Jadi kami belum bisa berkomentar banyak terkait laga tersebut,” lanjut David. nnMeski demikian, diakui oleh David, tim tuan rumah, Sriwijaya FC lebih diuntungkan daripada PSIM Jogja. Selain karena persiapan lebih awal dari PSIM Jogja, tim asuhan Budiarjo Thalib ini juga diisi oleh sejumlah pemain berpengalaman. nn“Sriwijaya memang lebih diunggulkan. Prinsipnya tim teknis sudah siap, termasuk mengenai perubahan regulasi juga sudah dipersiapkan,” ucap David. nnDraft Jadwal PSIM nMinggu (15/3/2020) Sriwijaya FC vs PSIM nKamis (19/3/2020) Babel United FC vs PSIM nRabu (25/3/2020) PSIM Jogja vs PSPS nMinggu (29/3/2020) PSIM Jogja vs PSMSnMinggu (5/4/2020) Cilegon United vs PSIMnSelasa (14/4/2020) Semen Padang vs PSIMnSabtu (18/4/2020) AS Abadi Tiga Naga vs PSIMnRabu (3/6/2020) PSIM vs PerserangnMinggu (7/6/2020) PSIM vs PSKC CimahinSabtu (13/6/2020) PSIM vs Badak Lampung nMinggu (21/6/2020) Persekat vs PSIM
Harianjogja.com, JOGJA - Perubahan sistem kompetisi Liga 2 2020 yang tidak lagi menggunakan sistem babak 8 besar, langsung direspon oleh manajemen PSIM Jogja. nnDi mana, tim yang promosi ke Liga 1 adalah tiga klub yakni juara Liga 2 2020 beserta peringkat 2 dan 3. Tahapan kompetisi yang akan dimulai 13 Maret mendatang ini terbagi dalam tiga tahapan. Babak pendahuluan berupa fase grup dengan format home away. Selanjutnya ada babak play-off perebutan peringkat, serta babak final.nn“Kami melihat dengan tidak adanya babak 8 besar, di mana juara grup langsung lolos, dan ada play off perebutan peringkat ketiga akan membuat kompetisi kali ini ketat sejak pertandingan pertama,” ujar Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk kepada Harianjogja.com, Rabu (4/3/2020) siang. nn“Selain itu kami menilai hal ini lebih kompetitif,” lanjut David. nnDi sisi lain, PSIM Jogja diakui oleh David harus berjuang keras untuk lolos dan meyegel tiket promosi Liga 1 musim depan. Sebab, saat ini PSIM ditempatkan di Grup Barat. Di mana, ada banyak tim kuat dan telah lama melakukan persiapan. nnDi Grup Barat, PSIM Jogja tergabung dalam satu grup bersama PSMS Medan, Semen Padang, Badak Lampung FC, PSPS Pekanbaru, Babel United FC, Sriwijaya FC, Perserang, Cilegon United FC, PSKC Cimahi, dan dua tim promosi Persekat Tegal dan AS Abadi Tiga Naga.nnKendati demikian, David memastikan manajemen PSIM Jogja tidak akan meminta perubahan grup ke operator liga. PSIM akan tetap berada di Grup Barat. nn“Jika dibilang berat ya semua grup berat. Mungkin karena di Grup Barat lebih banyak tim yang melakukan persiapan lebih lama,” terang David.
Harianjogja.com, JOGJA - Operator kompetisi Liga 2 2020, PT Liga Indonesia Baru telah merilis pembagian grup untuk kontestan kasta kedua di Tanah Air, Selasa (3/3/2020) malam. nnPada rilis yang langsung ditembuskan ke manajemen kontestan Liga 2 2020 tersebut, PSIM Jogja dan Persis Solo kali ini tidak berada dalam satu grup. nnJika pada kompetisi Liga 2 2019 lalu, Persis Solo dan PSIM Jogja sama-sama berada di Grup Timur, saat ini PSIM Jogja berada di Grup Barat. Sedangkan Persis Solo berada di Grup Timur. nnBerikut pembagian grup Liga 2 2020nnGrup Barat nAS Abadi Tiga NaganBabel United FCnBadak Lampung FCnCilegon United FCnPersekat TegalnPerserang Serang nPSIM JogjanPSKC CimahinPSMS MedannPSPS Pekanbaru nSemen Padang FCnSriwijaya FCnnGrup TimurnKalteng PutranMartapura FCnMitra Kukar FCnPersewar WaropennPersiba BalikpapannPersigo Semeru FCnPersijap JeparanPersis SolonPSBS BiaknPSCS CilacapnPutra Sunan GirinSulut United FC
PSIM Jogja resmi mendapatkan tanda tangan mantan kaptennya, Sunni Hisbullah.