Harga Kedelai Mahal, Ukuran Tahu dan Tempe di Gunungkidul Mengecil
Perajin tahu dan tempe di Gunungkidul mengeluh naiknya harga kedelai di pasar. Dampak dari kenaikan ini, perajin memilih untuk mengecilkan ukuran tahu dan tempe
Perajin tahu dan tempe di Gunungkidul mengeluh naiknya harga kedelai di pasar. Dampak dari kenaikan ini, perajin memilih untuk mengecilkan ukuran tahu dan tempe
Pegiat lingkungan dan presenter kondang, Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma alias Dik Doank
Ada cara terbaik mengolah tempe agar nutrisinya tidak hilang adalah dengan ditumis atau direbus, alih-alih digoreng. Mau tahu caranya?
Tempe adalah salah satu bahan makanan yang banyak disukai oleh anggota keluarga. Selain itu, tempe harganya tergolong terjangkau dan mudah didapat di pasar. Agar bisa terus dikonsumsi, tempe harus disimpan dengan baik.
Tempe masih menjadi makanan khas Indonesia yang banyak dicari.
Bagi Agustinus Priyanto, tempe adalah makanan sehat yang seharusnya bisa dibuat semua orang Indonesia. Dia meyakini tempe bisa diproduksi dari berbagai kacang-kacangan, dan tak hanya kedelai.
Ukuran tempe di berbagai kategori kian mengecil seiring melonjaknya harga kedelai. Ukuran yang mengecil dan harga yang naik, membuat omzet penjualan tempe menurun.
Harga kedelai di pasar internasional terus naik. Kementerian Perdagangan mengumumkan potensi naiknya harga tahu dan tempe.
Kenaikan harga kedelai berdampak langsung terhadap keberlangsungan para produsen tempe dan tahu di Bantul. Bahkan, beberapa di antara mereka memilih berhenti beroperasi.
Gunungkidul Agro Techno Park di Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari berencana mengembangkan produksi tempe dengan standar nasional Indonesia (SNI). Dalam produksinya, selain mengutamakan bahan kedelai lokal juga memberdayakan masyarakat sekitar.