Indonesia Tempati Posisi 33 dari 62 Negara Paling Ramah untuk Startup
Indonesia menduduki peringkat 33 dari 62 negara paling ramah untuk memulai perusahaan rintisan atau startup pada 2019. Data tersebut menurut majalah CEOWORLD.
Indonesia menduduki peringkat 33 dari 62 negara paling ramah untuk memulai perusahaan rintisan atau startup pada 2019. Data tersebut menurut majalah CEOWORLD.
Implementasi Revolusi Industri 4.0 melalui transformasi digital bisa diwujudkan pada industri kecil dan menengah (IKM). Butuh upaya bersama dari pemerintah, penyedia teknologi, serta komitmen IKM untuk mewujudkannya.
Pendanaan tahap awal bagi perusahaan rintisan di Asia Tenggara diprediksi terus meningkat, seiring dengan kian besarnya peran akselerator dan inkubator startup.
Sebagai digital telcocompany, Telkomsel berkomitmen mengakselerasikan pembangunan bangsa melalui inovasi dan solusi berbasis pemanfaatan teknologi digital.
Sejumlah perusahaan rintisan di bidang pariwisata ingin meningkatkan skala bisnisnya dan memperluas daerah jangkauan. Salah satu cara yang dilakukan adalah mencari pendanaan dari investor.
Innovative Academy UGM menilai Jogja memiliki potensi besar untuk berkembangnya startup digital.nn
Dewasa ini, banyak orang yang tertarik menjadi entrepreneur atau pengusaha.
Startupyang berfokus pada digitalisasi dan modernisasi warung tegal atau warteg, Wahyoo, telah menggandeng 7.000 mitra di Jakarta. Sampai akhir tahun ini, Wahyoo menargetkan total mitra 13.000 warteg.
Munculnya coworking space menjadi angin segar bagi para pengusaha baru atau rintisan.
Bermunculannya start up yang dibesut kalangan muda milenial mulai direspons sejumlah pengusaha dengan menghadirkan kafe dengan konsep coworking space. Di Jogja, mungkin ada beberapa kafe mulai menawarkan produknya dengan konsep ini.