Investasi Startup Kian Mahal
JAKARTA Penanaman modal di perusahaan teknologi rintisan (startup) di Tanah Air dinilai kian mahal. Hal ini membuat investor cenderung berhati-hati karena ongkos menjadi pemegang saham di startup semakin tinggi.
JAKARTA Penanaman modal di perusahaan teknologi rintisan (startup) di Tanah Air dinilai kian mahal. Hal ini membuat investor cenderung berhati-hati karena ongkos menjadi pemegang saham di startup semakin tinggi.
Berbekal teknologi sebagai senjata utama, dua perusahaan rintisan siap berhadapan dengan pemain internasional di bisnis kedai kopi.
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluncurkan BE-X untuk mempersiapkan dan mendorong startup Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Program akselerasi ini disosialisasikan kepada kurang lebih 100 pelaku startup Jogja di Silol Kopi and Eatery, Jumat (2/11).
Bermula dari komunitas, ide tentang mengenalkan potensi Indonesia dalam dunia pendidikan lantas berkembang lebih serius. Melalui startup Clenovio, potensi tersebut dituangkan lewat produk berteknologi tinggi.
Pemodal ventura mulai membidik bisnis rintisan kedai kopi lokal untuk menggeser dominasi pemain global di dalam negeri. Sentuhan teknologi berbasis aplikasi seluler menjadi senjata yang dipersiapkan untuk memperebutkan konsumen.
Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB berhasil menjaring 8 perusahaan rintisan (startup) pada acara Appcelerate 2018 untuk dibantu mengembangkan produk digitalnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bangga dengan kreativitas anak muda di industri kreatif saat ini. Jokowi berharap Indonesia memiliki unicorn, perusahaan rintisan dengan valuasi senilai lebih dari US$1 miliar, lebih banyak lagi di masa depan. Saat ini, Indonesia telah memiliki 4 unicorn yaitu Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.
Berawal dari keinginan memperkecil ukuran gim, Christopher Farrel Millenio Kusuma berhasil menemukan modern-craft data compressor saat masih duduk di bangku kelas II SMAN 8 Jogja. Remaja 18 tahun ini diundang ke markas Google dan bermimpi untuk membangun tol digital melalui kompresor data yang dilabelinya dengan nama Kecilin.
Ketika menulis ini, saya sedang berada di perhelatan International Monetary Fund World Bank Group Annual Meeting di Bali. Dalam ajang ini, saya diamanatkan untuk mengenakan banyak topi, atau orang sono bilang wear many hats.
Pemodal mencari ide orisinal yang bercitarasa lokal untuk menyelesaikan masalah di Indonesia guna mengembangkan perusahaan digital rintisan.