Di Medsos, 01 Fokus Perangi Hoaks, 02 Fokus Keberagaman
Konten kampanye kedua kandidat capres-cawapres di media sosial, ternyata bisa mencerminkan kecenderungan minat keduanya dalam menghadapi persoalan bangsa.
Konten kampanye kedua kandidat capres-cawapres di media sosial, ternyata bisa mencerminkan kecenderungan minat keduanya dalam menghadapi persoalan bangsa.
Layanan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan bahkan juga Whatsapp sempat mengalami gangguan sejak Rabu (13/3/2019) malam. Sampai Kamis (14/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB pun, Whatsapp tidak bisa mengirimkan status berupa foto atau video.
Aplikasi perpesanan instan WhatsApp, yang sempat mengalami gangguan pada Kamis pagi, sudah berfungsi dengan normal.
Negeri jiran malaysia tak main-main dengan ujaran kebencian. Ini ditunjukkan salah satunya dengan menjatuhkan vonis pada salah satu warganya dengan penjara 10 tahun karena menghina Islam di media sosial. Pria tersebut akan menjalani tes kejiwaan menyusul keluarnya perintah dari pengadilan tinggi setempat.
Pesta demokrasi ternyata mempengaruhi aktivitas masyarakat di dunia maya. Pesta politik makin menghangat dan kampanye di dunia maya juga semakin gencar dilakukan oleh semua peserta Pemilihan Umum 2019.
Di era digital seperti saat ini, penyebaran informasi mudah dilakukan menggunakan media sosial. Karenanya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo meminta ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) cermat menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Pasalnya, informasi yang diterima melalui media sosial belum tentu dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Instagram menjadi medsos yang sangat digemari warganet.Aplikasi yang berlogo kamera polaroid ini hanya butuh waktu pengerjaan delapan pekan sebelum tenar. Bahkan, ketenaran Instagram sangat kilat, terjadi hanya dalam semalam.
Noor tidak pernah merasa marah kepada ibu yang meninggalkannya saat usianya dua tahun.
Polri mengimbau masyarakat tidak mencantumkan data pribadi di akun media sosial karena dapat dimanfaatkan pihak tertentu, misalnya penawaran video layanan seks yang berujung pada pemerasan.
CEO Bukalapak Achmad Zaky menanggapi aksi di jagat dunia maya yang sedang ramai oleh tagar #uninstallBukalapak, Kamis (14/2/2019) malam. Penyebabnya lantaran cuitan Achmad Zaky di akun twitternya yang dianggap bertendensi politik.