Waduh, Bulog Divre DIY Sebut Stok Tepung Terigu Kosong
Bulog Divre DIY menyebut stok tepung terigu di tempatnya, saat ini sedang kosong.
Bulog Divre DIY menyebut stok tepung terigu di tempatnya, saat ini sedang kosong.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang dinilai tidak mampu menjual beras dari petani sehingga kualitas beras menjadi menurun.
Kebutuhan penyaluran beras untuk sejumlah program yang ditetapkan pemerintah dalam 3 tahun terakhir berkisar di angka 800.000-850.000 ton. Volume ini jauh lebih rendah dari ketentuan stok sebesar 1 juta ton sampai 1,5 juta ton.
Bulog mencatat bahwa pemerintah masih memiliki utang berjalan Rp2,6 triliun dari total Rp3,1 triliun yang merupakan akumulasi dari penugasan yang diberikan pada BUMN Pangan tersebut sejak 2018.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY dan Bulog Divre DIY, mencoba menjaga ketersediaan, dan keterjangkauan pangan menjelang new normal.
Perum Bulog mengusulkan anggaran sebesar Rp19,051 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 untuk program ketersediaan pangan, termasuk pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP).
Perum Bulog siap menyalurkan sedikitnya 22.000 ton gula putih kristal (GKP) yang diimpor dari India ke pasar domestik pada akhir pekan ini. Pasokan itu guna menjaga ketersedian barang menjelang Lebaran.
Guna mempermudah masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan, Perum Bulog Kanwil DIY meluncurkan layanan e-commerce masyarakat.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY dan BULOG Divre DIY mulai mempersiapkan berbagai hal menjelang masuk Ramadhan.
Perum Bulog menyatakan kesiapan dalam memaksimalkan penyerapan beras kualitas premium demi mempermulus realisasi penyaluran beras melalui sekam bantuan pangan non-tunai (BPNT).