Tambah RPK, Bulog Divre DIY Perluas Jaringan
Keberadaan outlet rumah pangan kita (RPK) sebagai salah satu jalur distribusi bahan pangan terus didorong dan ditambah jumlahnya. Jumlah RPK di DIY ditargetkan menjadi 10.000 outlet pada tahun ini.
Keberadaan outlet rumah pangan kita (RPK) sebagai salah satu jalur distribusi bahan pangan terus didorong dan ditambah jumlahnya. Jumlah RPK di DIY ditargetkan menjadi 10.000 outlet pada tahun ini.
Perum Bulog menambah dua gudang baru di wilayah Jawa Tengah, yakni di komplek pergudangan Bumirejo, Kabupaten Pati, dan di komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas.Peresmian kedua gudang baru tersebut dilakukan secara bersamaan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, yang dipusatkan di Kabupaten Pati, pada Senin (4/3/2019).
Pemerintah menyetujui harga jual beras rastra oleh Perum Bulog sebesar Rp10.219/kg selama empat bulan ke depan. Setelah April, kebijakan ini kembali akan dikaji.
Perum Bulog Divre DIY bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY dan Satgas Pangan menggelar Kegiatan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium dengan melepas armada distribusi beras di Komplek Pergudangan Bulog Purwomartani, Kalasan, Sleman, Kamis (3/1). Kegiatan ini dilakukan untuk meredam potensi kenaikan harga pangan terutama beras medium.
Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Daerah Istimewa Yogyakarta sudah tidak menyerap beras petani karena sudah tidak ada panen padi memasuki puncak kemarau di daerah ini.
Perum Bulog Sulawesi Tengah tetap gencar membeli beras produksi petani pascagempa bumi dan tsunami yang melanda empat daerah di provinsi itu pada 28 September 2018.
Terkait dengan rencana Perum Bulog yang mengusulkan penyaluran beras melalui sistem natura, Bulog Divre DIY belum bisa menanggapi. Namun, selama ini penyaluran beras untuk masyarakat melalui program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di wilayah DIY tidak semuanya disuplai oleh Bulog.
Perum Bulog mengusulkan supaya bantuan pangan nontunai (BPNT) diubah menjadi bantuan berupa bantuan sosial beras sejahtera (rastra) dengan pola natura. Tujuannya agar beras yang telah diserap oleh perusahaan dapat disalurkan dan tidak disimpan terlalu lama.
Meski ditujukan untuk seluruh lapisan masyarakat, Bulog Divre DIY menganggap segmen mahasiswa menjadi pasar potensial untuk konsumsi beras saset yang diluncurkan pada pertengahan Juli lalu. Pasalnya Jogja menjadi salah satu kota dengan mahasiswa terbanyak dan terus bertambah setiap tahunnya.
Sebanyak 11.000 ton beras premium kemasan renteng (saset) berisi 200 gram seharga Rp2.500 per saset disiapkan oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).