Arab Saudi Izinkan Pemotretan Model Berpakaian Ketat & Terbuka di Madinah
Pemerintah Arab Saudi semakin terbuka terhadap perubahan.
Pemerintah Arab Saudi semakin terbuka terhadap perubahan.
Mulai hari ini, Minggu (21/6/2020), Kerajaan Arab Saudi mulai membuka aktivitas perekonomiannya. Meski demikian, ziarah dan umrah masih dilarang oleh pemerintah setempat.
Arab Saudi mengumumkan akan meringankan pembatasan, melanjutkan beberapa kegiatan ekonomi dan komersial, dan kembali ke normal.
Pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan pengunjung area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Bahkan untuk melaksanakan salat tarawih juga ikut dibatasi.
Pada tahun lalu, Arab Saudi mengeksekusi mati 184 orang dan merupakan jumlah tertinggi yang pernah dicatat dalam satu tahun di negara itu.
Tindakan tegas akhirnya diambil pemerintah Arab Saudi demi memperketat upaya penanganan virus corona di wilayah kerajaan itu.
Virus Corona (COVID-19) yang mulai bermunculan di berbagai negara membuat Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menunda semua kegiatan umrah sepanjang 2020.
Menyusul kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar wilayahnya dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona baru, Kementerian Agama (Kemenag) mengerahkan petugas untuk memantau bandara guna mengantisipasi kemungkinan adanya jemaah umrah yang tertahan di bandar udara.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri masih mengumpulkan informasi terkait penangguhan sementara perjalanan umrah ke Arab Saudi sebagai imbas penyebaran virus Corona.
Pemerintah Arab Saudi kini semakin melonggarkan aturan yang memisahkan laki-laki dan perempuan.