Santap Menu MBG, Ratusan Siswa SMP di Karanganyar Alami Keracunan
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Karanganyar dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti mual, sakit perut, dan diare setelah menyantap menu program MBG.
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Karanganyar dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti mual, sakit perut, dan diare setelah menyantap menu program MBG.
Seluruh siswa yang menjalani rawat inap karena keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Wedi, Klaten kondisinya membaik dan sudah dipulangkan.
Sebagian dari 50 pelajar yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah, masih menjalani rawat inap di RSUD.
Sebanyak 105 pelajar diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di Kecamatan Tawangmangu. Dari jumlah tersebut, 10 pelajar menjalani rawat inap.
Dinkes Klaten mengambil sampel makanan menindaklanjuti dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Wedi untuk dilakukan pengujian di lab.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Puskesmas Wedi, hingga Kamis (9/10/2025) pukul 09.20 WIB, ada 28 siswa SMPN 1 Wedi yang merasakan gejala keracunan.
Sampel makanan dari semua komponen yang sebelumnya dinikmati siswa diambil untuk dilakukan uji laboratorium.
Plt Kepala Dinkes Karanganyar, Yopi Ekojati Wibowo, menyatakan temuan ini berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dilakukan
Para siswa itu mengalami diare usai menyantap menu MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru Slogohimo pada Selasa (30/9/2025) lalu.
Sebanyak 12 pelajar di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), harus dirawat di RSUD Karanganyar karena mengalami gejala mual, muntah, dan diare