Rangkaian G20 Berdampak Positif pada Industri Wisata Jogja
Rangkaian G20 dinilai memberi efek positif pada dunia pariwisata di Jogja dan sekitarnya di Provinsi DIY. Acara ini diharapkan memberi efek berganda pada wisata di DIY ke depan.
Rangkaian G20 dinilai memberi efek positif pada dunia pariwisata di Jogja dan sekitarnya di Provinsi DIY. Acara ini diharapkan memberi efek berganda pada wisata di DIY ke depan.
Berlibur ke Jogja tidak lengkap jika tidak membawa oleh-oleh khas daerah ini. Selain kuliner tradisional, Jogja juga menawarkan kuliner modern yang cocok dijadikan oleh-oleh kekinian khas Jogja.
Penerapan PPKM Level 3 sejak awal Februari lalu mulai berdampak pada sektor Pariwisata di wilayah Sleman. Berbagai destinasi wisata mengaku jumlah kunjungan wisatawan sejak PPKM Level 3 menurun hingga 50%.
Pemberlakukan PPKM level tiga berdampak terhadap operasional wisata di Gunungkidul. Selain adanya pengurangan kuota kunjungan, juga ada kebijakan ganjil genap masuk destinasi.
Indonesia menduduki puncak negara terindah dengan daftar gunung berapi, terumbu karang, hutan hujan tropis.
Meski status Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali naik ke level 3, Pemkab Sleman memastikan tidak ada penutupan pariwisata. Selain pengurangan kapasitas wisatawan, vaksin booster bagi pelaku wisata juga terus diupayakan.
Terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar dan beberapa pulau kecil di sekitarnya yang dihuni oleh populasi sekitar 5.700 kadal raksasa pemakan daging terbesar dunia atau Komodo. Penampilan dan perilaku agresifnya menyebabkan mereka disebut 'Komodo dragons'. Komodo termasuk salah satu spesies yang rawan akan kepunahan.
Pada tahun 2019 lalu Dinas Pariwisata menyediakan 10 unit Glamour Camping di Kawasan Mangunan, yakni 5 unit di Kawasan Seribu Batu dan 5 unit di Kawasan Lintang Sewu.
Dark tourism atau wisata tragedi menjadi cara untuk mengenalkan peristiwa bersejarah yang kelam kepada generasi muda.
Istilah revenge tourism belakangan ini mulai marak diperbincangkan. Diartikan secara harafiah sebagai "perjalanan wisata balas dendam", konsep ini merujuk pada dampak COVID-19 terhadap kebiasaan melancong masyarakat.