Pasokan APD dan Masker Berlebih, Indonesia Siap Ekspor ke Negara Lain
Pasokan alat pelindung diri (APD) dan masker di dalam negeri saat ini dalam kondisi berlebih. Hal tersebut disampaikanMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pasokan alat pelindung diri (APD) dan masker di dalam negeri saat ini dalam kondisi berlebih. Hal tersebut disampaikanMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pemulihan kinerja sektor usaha kehutanan yang terimbas karena pandemi Covid-19 harus sudah dimulai di awal semester II tahun 2020. Dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pasca Covid-19 sangat penting dan strategis, karena perannya sebagai ujung tombak dalam mendongkrak ekspor produk kayu olahan Indonesia.
Laju ekspor di DIY terkendala pandemi Covid-19. Meski begitu sejumlah komoditas dinilai masih bisa menjangkau pasar luar negeri.
Lalu lintas ekspor produk perikanan yang melewati DIY mengalami peningkatan saat pandemi Covid-19. Frekuensi kenaikan dengan membandingkan data di bulan Maret 2019 dengan 2020 yang meningkat lebih dari 60%. Kenaikan itu kemungkinan disebabkan karena baiknya harga jual produk serta nilai dolar.
Selama Februari 2020, ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai US$35,7 juta [Rp586,1 miliar] atau turun 7,51% dibanding bulan sebelumnya. Sementara impor mencapai US$11,7 juta [Rp192,08 miliar] atau meningkat 28,57%.
Merebaknya virus Corona (Covid-19) menjadi penyebab anjloknya angka ekspor komoditas bulus dan ikan sidat ke China.
Perusahaan lokal menorehkan prestasi apik di dunia internasional. Terbaru, Bangladesh tertarik mengimpor 10 bus double decker buatan Karoseri Laksana asal Kabupaten Semarang.
Pengusaha di DIY mendorong pemerintah untuk konsen terhadap ekspor yang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah sedang getol membidik peluang menggenjot ekspor, tidak terkecuali dari sektor perikanan. Dengan nilai ekspor US$3,31 miliar dan 2,7% pangsa pasar, pada 2018 Indonesia menempati urutan ke-13 eksportir perikanan (Trade Map). Udang berkontribusi sekitar 40% dan digadang sebagai primadona pendulang devisa.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada November 2019 menurun.