Kadin DIY Jajaki Pasar Ekspor Baru
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pengembangan pasar ekspor ke tujuan nontradisional. Selain itu, pasar domestik terus digarap.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong pengembangan pasar ekspor ke tujuan nontradisional. Selain itu, pasar domestik terus digarap.
Pameran furnitur terbesar nasional Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 telah diluncurkan di di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Sleman, Jumat (25/1/2019) malam. Pada pameran ini panitia menargetkan transaksi langsung selama event sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1,12 triliun.
Jarak menjadi tantangan utama dalam sebuah perdagangan. Menurut Baldwin (2017), terdapat tiga biaya jarak yang menjadi tantangan.
Jika pada pertengahan 2018 ekpor minyak atsiri terus meningkat, jelang akhir tahun nilai ekspor komoditas ini malah menurun. Peningkatan terbesar komoditas ekspor didominasi oleh produk tutup kepala dan plastik serta barang-barang dari plastik.
Perkembangan zaman memang tak dapat kita elakkan. Begitu pesatnya dinamika global ekonomi dunia membuat para pemimpin negara berpikir keras demi menjaga kestabilan ekonomi negara.
Pemerintah dinilai perlu mendorong kinerja industri nonpertambangan karena selama ini ekspor yang dilakukan lebih banyak bergantung kepada sumber daya alam yang mentah dan cenderung tidak bernilai tambah.
Mulai 7 Oktober 2018 , ekspor untuk tiga komoditas yaitu mineral, batubara, dan kelapa sawit diwajibkan menggunakan letter of credit (L/C).
Rumah sakit di Indonesia didorong agar menggunakan alat-alat kesehatan (alkes) produksi dalam negeri. Terlebih, kualitas produk dalam negeri tak kalah jauh dengan barang impor.
Perusahaan farmasi di Juwengan, Kalasan, Sleman sudah menjajaki peluang untuk mengekspor produk obat-obatan ke Filipina. Sejumlah persiapan terus dilakukan, termasuk peningkatan kualitas dan produksinya.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus membuat gundah semestinya tidak berlangsung lama. Fluktuasi harga komoditas dunia memang memberikan sentimen beragam terhadap perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.