Gunungkidul Kembangkan Tanaman Pangan Lokal
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkomitmen untuk mengembangkan tanaman pangan lokal. Salah satunya adalah pengembangan jali, tanaman pangan pengganti beras yang kaya akan kandungan karbohidrat.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkomitmen untuk mengembangkan tanaman pangan lokal. Salah satunya adalah pengembangan jali, tanaman pangan pengganti beras yang kaya akan kandungan karbohidrat.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkap praktik perdagangan ilegal tumbuhan dilindungi. Adapun penjualannya dilakukan secara daring atau online.
Pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat melemah, yang mengakibatkan daya beli pun menurun. Di tengah situasi seperti ini, kemandirian pangan terus diupayakan oleh masyarakat, salah satunya dengan kegiatan Kampung Sayur, oleh warga Kelurahan Bausasran.
Pandemi Covid-19 berdampak secara sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat. Demi menjaga ketahanan pangan, masyarakat diminta untuk menanam tanaman pertanian di lingkungannya masing-masing.
Lahan seluas lima hektare di Bulak Wetan Nampan, Kecamatan Galur, menjadi lokasi uji coba penanaman padi dengan teknologi Jajar Legowo Super. Teknologi yang baru pertamakali diterapkan di Kulonprogo ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi para petani Galur.
Dibanding awal tahun, harga cabai di tingkat petani kini mulai membaik. Meski demikian, di tahun ini, petani cabai di pesisir Selatan Kulonprogo lebih tertarik menanam melon dan semangka.
Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mulai mengembangkan padi jenis hibrida. Padi ini diprediksi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga 13 ton per hektare.
Kabupaten Gunungkidul mulai memasuki musim panen padi. Pada awal Maret ini kurang lebih 17.028 hektare lahan padi telah dipanen. Sejak November 2018 luas lahan yang ditanami padi oleh para petani mencapai sekitar 48.567 hektare.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jogja akan menggenjot produksi budidaya pisang menggunakan teknik kultur jaringan. Ditargetkan pada 2019 jumlah kultur yang diproduksi sebanyak 5.000, lebih tinggi ketimbang jumlah tahun lalu sebanyak 1.200 kultur.
Pemkab Sleman meresmikan Bangsal Pasar Lelang Cabai yang terletak di Dusun Bunder, Desa Purwobinangun, Pakem pada Kamis (6/9/2018). Pasar lelang dianggap bisa meningkatkan nilai jual cabai di Sleman.