Hari Kesaktian Pancasila, Jokowi: Pancasila Memandu Indonesia Keluar dari Pandemi
Semua tantangan itu dapat dilewati berkat kekuatan persatuan dan persaudaraan bangsa yang dipandu ideologi Pancasila.
Semua tantangan itu dapat dilewati berkat kekuatan persatuan dan persaudaraan bangsa yang dipandu ideologi Pancasila.
Pengurus Pembela Pancasila Sakti (PPS) Kabupaten Bantul secara resmi dilantik oleh Gandung Pardiman untuk menjalankan roda organisasi di Gandung Pardiman Center (GPC), Karangtengah, Imogiri, Bantul.
Presiden RI Joko Widodo dalam empat tahun ke depan memiliki sembilan cita-cita (Nawacita). Di antaranya terkait dengan pembangunan nasional, baik pembangunan SDM, maupun infrastruktur.
Kita semua tahu apa itu Covid-19 yang telah menyebar di seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome virus corona 2 (SARS-Cov-2) atau yang sering disebut virus Corona. Pandemi Covid-19 pertama kali terdeteksi muncul di China, tepatnya di kota Wuhan pada akhir 2019 yang kemudian menjadi momok mengerikan bagi masyarakat di seluruh dunia karena hampir kurang lebih 200 negara di dunia terjangkit virus Corona termasuk salah satunya adalah Indonesia. Virus ini telah membawa perubahan yang sangat besar terhadap tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan di berbagai bidang kehidupan.
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Muhammad bin Abdulkarim Al-Issa mengatakan bahwa keberagaman agama dan budaya yang ada di dunia seharusnya tidak menjadi penyebab dari pecahnya sebuah konflik, tetapi justru membuka jalan bagi kehidupan berdampingan yang positif.
Dia meminta Badan Kehormatan DPR RI menyelidiki siapa yang menjadi inisiator RUU HIP. Setelah itu, dia mendesak anggota dewan tersebut dijatuhi sanksi.
Puluhan orang dari sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di DIY menggelar aksi demonstrasi di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Jogja, Senin (6/7/2020). Mereka mendesak pencabutan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang saat ini masih pro dan kontra.
Perdebatan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang saat ini diisukan akan diubah menjadi Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) terus terjadi. Banyak diskusi digelar untuk mengupas persoalan ini, hingga muncul prediksi bahwa pihak pengusul RUU HIP tersebut kemungkinan bukan dari pengagum Soekarno atau dikenal dengan Soekarnois.
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Jogja Bersatu melakukan audiensi di DPRD DIY, Rabu (1/7/2020). Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan menjaga keutuhan pancasila, salah satunya mendesak pencabutan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar DIY Gandung Pardiman menilai Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) sulit diterima bagi akal sehat dan dapat membahayakan bagi kesatuan dan persatuan bangsa serta membahayakan bagi kehidupan beragama di Indonesia.