HARI KESAKTIAN PANCASILA: Pemuda Gunungkidul Diminta Kembali Mengingat Jasa Pahlawan
Anak muda di Gunungkidul diajak mengingat sejarah perjuangan para pahlawan di hari peringatan Kesaktian Pancasila, Senin (1/10/2018).
Anak muda di Gunungkidul diajak mengingat sejarah perjuangan para pahlawan di hari peringatan Kesaktian Pancasila, Senin (1/10/2018).
Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, umat Islam memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memastikan berjalannya nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah masyarakat.nDemikian disampaikan anggota DPR RI Asal Aceh HM Nasir Djamil di Banda Aceh, Rabu (12/9/2018).
Generasi muda di Bantul diajak untuk mengimplementasi Pancasilla secara nyata dan bukan sekadar ucapan. Hal ini disampaikan anggota DPR/MPR Gandung Pardiman saat menghadiri sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karangtengah, Imogiri, Minggu (9/9/2018).
Masyarakat Kulonprogo membuktikan bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Program bela beli produk Kulonprogo dan bedah rumah tidak layak huni menjadi salah satu perwujudan implementasi nilai-nilai Pancasila.
Di era digital seperti saat ini masyarakat khususnya generasi muda menghadapi tantangan yang tidak mudah. Media sosial yang bertujuan semula untuk memudahkan komunikasi antar warga, dapat berubah menjadi sumber konflik dan permusuhan antar warga.
Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) dan kepemudaan di Kota Semarang, menolak pelaksanaan pengajian yang rencananya menghadirkan ulama asal Riau, Ustaz Abdul Somad, di Ibu Kota Jawa Tengah ini pada 30 dan 31 Juli 2018
Para pedagang dan akademisi membahas bersama bagaimana nilai-nilai Pancasila selama ini dimaknai dan diamalkan dalam keseharian.
Anggota DPR RI Idham Samawai menginginkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan di bangku sekolah. Hal ini disampaikan saat menghadiri resepsi wong cilik untuk memperingati Bulan Lahir Pancasila di Lapangan Petir, Desa Srimartani, Piyungan, Jumat (22/6/2018) malam.
Proyek-proyek pemerintah pusat maupun daerah harus menghindari praktik-praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Sebagian besar akademisi sepakat menjadikan Pancasila sebagai benteng ancaman radikalisme. Mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi perlu didesain ulang agar sesuai dengan perkembangan zaman dan lebih bisa didalami oleh para mahasiswa.