Ma’ruf Amin Tak Sepakat Taliban Larang Wanita Afghanistan Berkuliah
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin meilai kebijakan Taliban yang melarang perempuan Afghanistan bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.
Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin meilai kebijakan Taliban yang melarang perempuan Afghanistan bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.
Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Sabtu bahwa kelompok itu telah menyerang kilang Aramco di Jeddah serta target militer di Riyadh, Jeddah, Abha, Jizan, dan Najran.
Pemerintah Taliban mengyatakan akan segera mengumumkan kabar baik tentang kembalinya anak-anak perempuan ke sekolah, tetapi mendesak masyarakat internasional untuk mendanai proses tersebut karena sebagian besar bantuan eksternal telah dihentikan.
Perwakilan Taliban telah bertemu dengan pejabat Uni Eropa dan AS serta melakukan perjalanan ke Turki untuk mendapatkan pengakuan resmi dan menjalin kerja sama dengan Rusia, China, Iran.
Sekjen PBB juga berbicara panjang lebar tentang tantangan yang dihadapi ekonomi Afghanistan.
Aturan yang sebelumnya membolehkan Yahudi salat di masjid Al Aqsa dibatalkan, dan kini aturan kembali seperti dulu.
Utusan khusus Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menemui para pemimpin Taliban di Afghanistan untuk membahas krisis kemanusiaan dan strategi agar negara tersebut tidak dijadikan sebagai inkubator bagi kalangan militan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengusulkan keringanan sanksi terhadap gerilyawan Taliban yang sekarang mengendalikan pemerintah, untuk meringankan krisis ekonomi di negara itu.
Ashraf Ghani menyangkal klaim bahwa dia telah membawa jutaan dolar ke luar negeri ketika dia melarikan diri.
Meningkatnya pertempuran memaksa setidaknya 400 keluarga mengungsi dari desa-desa di sepanjang jalan yang biasanya mengarah ke lembah hijau Panjshir yang tenang.