Meski Krisis Siswa, SD di Sleman Ini Bisa Melahirkan Atlet Berprestasi Nasional
Sejumlah SD negeri di Sleman krisis siswa. Bahkan, ada sekolah yang hanya menerima dua pendaftar tahun ini.
Sejumlah SD negeri di Sleman krisis siswa. Bahkan, ada sekolah yang hanya menerima dua pendaftar tahun ini.
Tak banyak calon siswa yang berminat bersekolah di SD Negeri Banyurejo 4 di Sleman. Pada PPDB tahun ini, jumlah pendaftar hanya dua, tetapi masih lebih baik dari kondisi tahun lalu yang kosong pendaftar.
Penambahan Kelas Khusus Olahraga (KKO) dinilai perlu memperhatikan aspek pengajar.
Sekolah dasar negeri (SDN) di Bantul yang kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 tidak hanya terjadi di SDN Bongsren, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, tetapi juga terjadi di sejumlah sekolah negeri lainnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul menargetkan hingga tahun depan ada 15 sekolah dasar (SD) yang digabung.
Kekurangan peserta didik banyak terjadi di Sleman Barat, khususnya sekolah dasar (SD) berstatus negeri. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Banyurejo 1 dan Plt Kepala Sekolah SD Negeri Banyurejo 4, Ismana.
Setelah ramai diberitakan dan mendapat periksaan dari Ombudsman RI (ORI) perwakilan DIY terkait kasus SMP Muhammadiyah Banguntapan yang diduga tak membolehkan siswa ikut Ujian Akhir Sekolah (UAS) karena menunggak pembayaran sekolah, Muhammadiyah Pimpinan Wilayah DIY angkat bicara.
SMK Muhammadiyah Wonosari sebagai SMK Pusat Keunggulan memiliki salah satu pembelajaran yang berbeda dengan SMK lainnya, yaitu Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja atau yang disebut P5BK.
Siswa SD Muhammadiyah Miliran resmi diwisuda di Hotel Tjokro Style, Sabtu (11/6/2022).
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menduga adanya pelanggaran dalam pelarangan siswa SMP Muhammadiyah Banguntapan mengikuti ujian kerana menunggak biaya sekolah.