Ratusan Siswa SMP Purbalingga Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Disetop
Sebanyak 151 siswa SMP di Purbalingga, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes antigen saat pembelajaran tatap muka.
Sebanyak 151 siswa SMP di Purbalingga, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes antigen saat pembelajaran tatap muka.
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat sebanyak 2,8% atau 1.296 sekolah menjadi klaster penyebaran Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Meski Pembelajaran Tatap Muka (PTM) belum diputuskan, sejumlah sekolah swasta di Sleman kedapatan menggelar PTM secara mandiri. Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman masih menunggu izin yaitu keputusan pelaksanaan PTM dari bupati.
Kepala SMP Negeri 1 Karangmojo, Suhartati mengakui pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolahnya belum berjalan dengan sempurna. Hal ini dikarenakan masih ada potensi kerumunan di pintu gerbang saat siswa akan masuk atau pulang dari lingkungan sekolah.
Pemkab Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih mempersiapkan sekolah maupun lembaga pendidikan di daerah itu untuk dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.
Orang tua siswa diminta untuk segera menjemput anaknya ketika selesai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Sebab ketika selesai belajar rawan terjadi kerumunan karena menunggu jemputan.
Sekolah-sekolah di Gunungkidul mulai menjalankan pertemuan tatap muka terbatas. Meski demikian, masih ada wali murid yang belum menginzinkan anaknya pergi ke sekolah sehingga pembelajaran masih dilakukan secara daring.
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Sleman baru dilakukan untuk tingkat SMA. PTM untuk SMA ini digelar saat siswa melaksanakan penilaian tengah semester (PTS). PTS digelar sejak Senin (20/9) hingga Senin (27/9) mendatang.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jogja memastikan semua sekolah di bawah naungan Muhammadiyah di Jogja belum menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) meski pemerintah sudah membolehkannya.
Sebagian besar orang tua siswa di DIY mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.