Sekolah di Sleman Belum Dibuka Penuh, Ini Penyebabnya
Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman belum mengambil kebijakan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% untuk semua jenjang pendidikan meskipun kasus Covid-19 di wilayah Sleman melandai.
Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman belum mengambil kebijakan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% untuk semua jenjang pendidikan meskipun kasus Covid-19 di wilayah Sleman melandai.
Pemerintah Kota Jogja mengizinkan sekolah untuk menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan, evaluasi sejauh ini seluruh sekolah telah menyediakan fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan (prokes). Dalam sepuluh hari terakhir juga tidak ada kasus Covid-19 dari peserta didik, guru, maupun tenaga pendidik.
Tes PISA atau Programme for International Student Assessment yang mengukur kemampuan pelajar akan berlangsung di DIY pada Mei 2022 mendatang.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan syarat sekolah bisa PTM 100 persen jika minimal 50 persen pendidiknya sudah divaksin. Kemendikbud minta sekolah menaati aturan pelaksanaan pembelajaran tatap muka tersebut.
Disdikpora DIY mencatat sebanyak 2.211 pelajar SMP hingga SMA/SMK di DIY terpapar Covid-19 selama kurun waktu pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai 3 Januari 2022 hingga 11 Maret 2022. Pada PPKM Level 4 saat ini, PTM digelar secara terbatas dengan hanya 30% dari total kuota rombongan belajar.
Pemerintah Kota Jogja mengizinkan sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan syarat harus mampu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat sebagai upaya mencegah potensi penularan COVID-19 di sekolah.
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Sadewa Yogyakarta meresmikan Unit Produksi. Unit ini untuk mewadahi aktivitas dua jurusan di SMK Kesehatan Sadewa berupa keperawatan dan farmasi.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring di Kota Jogja berpotensi diperpanjang. PJJ 100 persen untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama sudah berlangsung sejak 1 sampai 7 Maret 2022.
Kualitas pelajar di DIY menurun hingga 35% akibat dampak dari penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Disdikpora DIY berupaya menekan angka tersebut dengan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Pembelajaran tingkat SD dan SMP di Kota Jogja kembali berlangsung daring 100 persen.