Jogja Macet, Sultan Minta Bus Pariwisata Tak Masuk Pusat Kota
Menghadapi libur akhir tahun, Gubernur DIY meminta bus pariwisata tak masuk ke pusat Kota Jogja untuk menghindari kemacetan.
Menghadapi libur akhir tahun, Gubernur DIY meminta bus pariwisata tak masuk ke pusat Kota Jogja untuk menghindari kemacetan.
Kemacetan menjadi permasalahan transportasi yang fundamental di DIY. Secara ekonomi, fungsi transportasi selain untuk memperlancar arus barang dan jasa kebutuhan masyarakat (distribusi) juga untuk memperlancar aktivitas dan mobilitas penduduk. Oleh karena itu permasalahan transportasi secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.
Tidak dapat disangkal lagi, setiap pagi hari dan sore hari jalan-jalan utama DIY pasti dilanda kemacetan parah.
Pemkot meminta operator ojek online untuk menata mitra kerjanya. Pasalnya, banyak driver ojek online yang ngetem di pinggir jalan sehingga berdampak pada kemacetan di jalanan.
Mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Sabtu (23/6/2018), durasi lampu APILL di perbatasan yang ke luar dari Kota Jogja akan diperpanjang. Sebaliknya, durasi lampu APILL kendaraan yang masuk Jogja akan dipersingkat.
Beberapa objek wisata di Kawasan Wisata Prambanan mulai ramai dikunjungi.
Masuki H+2 Lebaran, Jalan Jogja-Wonosari yang merupakan jalan utama menuju Gunungkidul terpantau ramai kendaraan pada Minggu (15/06/2018). Sejumlah titik sempat mengalami kemacetan.
Jalur ke arah Pantai Parangtritis, Minggu (17/6/2018) padat. Bahkan, di sejumlah titik khususnya terjadi kemacetan cukup panjang hingga satu kilometer lebih.
Macet selalui menghantui warga di Jogja pada musim liburan seperti ini.
Kepala Pos Pam Operasi Ketupat Lebaran 2018 Titik Nol Km Jogja Ipda Nur Husan mengatakan kondisi arus mudik hingga kini masih terkendali dan tidak ada persoalan yang menonjol. Saat ini arus mudik di Titik Nol mulai menunjukkan peningkatan dibandingkan tiga hari terakhir.