Lahan Tol Jogja Bawen Dibersihkan Bulan Depan, Dimulai dari Tirtoadi
Pembersihan lahan atau land clearing Tol Jogja Bawen dimulai pada Februari bulan depan.
Pembersihan lahan atau land clearing Tol Jogja Bawen dimulai pada Februari bulan depan.
Sekitar delapan keluarga yang tak tergusur proyek Tol Jogja Solo di RT 019/RW 09, Dukuh Pasekan, Desa Ngabeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten, bakal dikepung jalan tol dan sungai.
Tol Jogja Solo dan Tol Jogja Bawen mendapat jatah pendanaan lahan terbesar dari pemerintah tahun ini.
Pembangunan Tol Jogja-Bawen akan melibatkan pekerja lokal di sekitar lokasi proyek.
Sejumlah warga penerima ganti rugi Tol Jogja Bawen di Banyurejo, Tempel, Sleman, kesulitan mencari tanah pengganti karena harga tanah sudah mahal. Tanah per meter persegi yang semula Rp500.000 kini sudah Rp2 juta.
Sunardi, pensiunan guru warga Banyurejo, Tempel, Sleman, menerima uang ganti rugi Tol Jogja Bawen senilai Rp2,4 miliar. Dia tak akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi membeli tanan pengganti.
Pemerintah berencana akan membangun jalan tol yang melintasi terowongan di bawah air. Jalan tol di bawah air itu rencananya akan menghubungkan ruas Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dengan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.
Pembayaran ganti rugi lahan yang tergusur Tol Jogja Bawen dilanjutkan di desa paling ujung barat DIY dari proyek tersebut. Pemilik lahan yang terkena tol di Banyurejo, Tempel, Sleman, akan mendapat uang ganti rugi pada 24-27 Januari.
Proyek Tol Jogja-Solo akan beroperasi secara bertahap mulai tahun depan, dimulai dari Seksi 1 yang menghubungkan Kartasura, Jawa Tengah, dengan Purwomartani, Kalasan, Sleman. Ruas tol yang akan melewati Ring Road Utara akan digarap terakhir dan memakan waktu dua tahun.
Pembebasan lahan Tol Jogja-Solo untuk wilayah DIY terus berjalan dan masih ada lahan di empat desa di Kecamatan Kalasan yang belum dibebaskan.