Rencana Pematokan Tanah untuk Tol Jogja-Solo Berubah
Rencana pematokan jalan Jogja-Solo yang awalnya dimulai dari Tamanmartani berubah. Tim persiapan proyek pembangunan jalan tol menetapkan pematokan dimulai dari Purwomartani, Kalasan.
Rencana pematokan jalan Jogja-Solo yang awalnya dimulai dari Tamanmartani berubah. Tim persiapan proyek pembangunan jalan tol menetapkan pematokan dimulai dari Purwomartani, Kalasan.
Pembangunan jalan tol Solo-Jogja semakin mendekati realisasi. Patok penanda lahan untuk jalur tol Solo-Jogja sudah terpasang di wilayah Banyudono, Boyolali, sejak beberapa pekan lalu.
Adanya kemudahan ini dinilai mampu menarik minat badan usaha untuk ikut serta ke dalam lelang proyek KPBU yang ditawarkan.
Dua rumah limasan bangunan cagar budaya (BCB) yang terancam tergusur Tol Jogja-Bawen punya nilai sejarah.
Kepala BPJT Danang Parikesit menyebutkan strategi yang diterapkan oleh pihaknya di Kementerian PUPR misalnya dengan memberikan informasi awal ke calon investor melalui ajang Market Sounding.
Sejarawan UGM Djoko Suryo atau KRT Suryohadibroto berharap bangunan cagar budaya (BCB) ataupun bangunan bersejarah lainnya tetap dilindungi dari pembangunan jalan tol. Apalagi jika bangunan tersebut terkait dengan perjuanan atau perjalanan tokoh nasional.
Rencana pembangunan dua ruas jalan tol, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen mengancam keberadaan bangunan cagar budaya (BCB). Kedua bangunan tersebut merupakan rumah limasan yang memiliki nilai sejarah tinggi khususnya pada masa perjuangan.
Proses pembangunan jalan tol Solo-Jogja bakal mendekati realisasi. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten menyiapkan sekitar lima tim untuk melakukan pengukuran dan pendataan bidang tanah terdampak.
Jaringan Masyarakat Sipil Yogyakarta, kelompok yang terdiri dari puluhan organisasi di DIY, mendesak Pemda DIY menghentikan seluruh rencana pembangunan jalan tol di provinsi ini dan mengalihkan anggarannya untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Jaringan ini menilai proyek tol di DIY merusak lingkungan hidup.
Proyek tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen dinilai mirip dengan pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) yakni minim partisipasi pblik.