Wuih! Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara
Bank Dunia atau World Bank mencatat harga beras di Indonesia tergolong lebih mahal bila dibandingkan dengan sejumlah negara Asia Tenggara (ASEAN).
Bank Dunia atau World Bank mencatat harga beras di Indonesia tergolong lebih mahal bila dibandingkan dengan sejumlah negara Asia Tenggara (ASEAN).
Selain beras, Kementerian Pertanian juga memasang target produksi jagung mampu mencapai 16,68 juta ton pada tahun depan.
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan saat ini memang ada panen tapi di sawah yang beririgasi teknis dan jumlahnya sedikit.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebut ada kemungkinan beras masih akan menjadi komoditas penyumbang inflasi sampai ada panen raya.
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) berkomentar tentang potensi impor beras hingga lima juta ton, karena mundurnya musim tanam.
Beras Siaga (siap menurunkan harga) Merdeka didistribusikan oleh Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) di 79 titik di seluruh kota di Indonesia.
Disperindag DIY memprediksi harga pangan khususnya beras bakal naik sampai dengan akhir tahun nanti lantaran musim kemarau yang berkepanjangan.
Harga beras kembali melambung pada paruh kedua 2024 setelah sebelumnya sempat menurun. Perum Bulog pun menjelaskan penyebab tingginya harga beras.
Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap III tahun 2024 kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Perum Bulog terus menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengakuisisi sejumlah perusahaan beras di Kamboja.