Beras Masih Mahal, Sejumlah Pasar di Bantul Dapat Beras dari Bulog
Harga beras di Bantul saat ini masih terpantau tinggi. Menanggulangi hal ini, Pemkab Bantul bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar di sejumlah pasar
Harga beras di Bantul saat ini masih terpantau tinggi. Menanggulangi hal ini, Pemkab Bantul bekerja sama dengan Bulog menggelar operasi pasar di sejumlah pasar
Harianjogja.com, JOGJA— Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Sugeng Purwanto memperkirakan produksi beras DIY akan turun tahun ini.
Meski harga harga beras belakangan tinggi dan saat ini DIY memasuki musim paceklik tetapi masyarakat diimbau tidak panik dan melakukan aksi borong.
Warga Kalurahan Jetis, Saptosari berharap bantuan beras bisa ditambah. Usulan ini disampaikan pada saat penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Beras di Saptosari.
Stabilkan Harga Beras, DKUKMPP Kabupaten Bantul Salurkan 8 Ton Beras SPHP Ke Pasar Niten
Ombudsman usul agar pemerintah mencabut HET beras dan menggantinya dengan gabah.
Dinas Perdagangan telah berupaya menggelar operasi pasar beras murah di sejumlah titik. Meski demikian, harga jual masih mahal di kisaran Rp13.000-14.000 per kg
Para Gubernur bank sentral Asia berupaya menurunkan laju inflasi karena kenaikan harga bahan makanan pokok, utamanya harga beras.
Keluarga penerima manfaat bantuan pangan beras di Gunungkidul sebanyak 100.860 kepala keluarga.
Memasuki pertengahan September, harga beras di wilayah Bantul khususnya di Pasar Bantul terpantau masih tinggi.