Mendagri Sebut Ada Kelompok Radikal Bergentayangan di NTT
Kelompok radikal yang ingin mengganti Pancasila diklaim pemerintah mulai menyebar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelompok radikal yang ingin mengganti Pancasila diklaim pemerintah mulai menyebar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Puluhan masjid pemerintah yang teridentifikasi terpapar radikalisme meresahkan banyak kalangan.
Polri kini turut membidik masjid-masjid di daerah yang diduga terpapar radikalisme.
Anak yang terjerat dalam perilaku radikal dinilai sebagai korban.
Puluhan masjid di Indonesia terindikasi terpapar radikalisme. Pemerintah sudah memegang daftar puluhan masjid tersebut.
Politikus PKSHidayat Nur Wahid (HNW) menyalahkanBadan Intelijen Negara (BIN) karena memaparkan temuan 41 masjid terpaapr radikalisme ke publik.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyempaikan pesan untuk mengantisipasi masuknya paham radikal di kampus. Ia mengimbau warga kampus untuk menjaga lingkungan masjid di kampusnya dari penyebaran paham radikal.
Pergerakan paham radikal di kampus ke depan tak bisa lagi bebas.
Pondok pesantren (ponpes) diharapkan mampu memberikan respons positif terhadap sejumlah problem keagamaan dan kemasyarakatan di Indonesia. Termasuk berperan menangkal radikalisme.
Gerakan ekstrem radikal seperti halnya penyakit, yang jika didiamkan atau tidak ditindaklanjuti oleh pemerintah, akan mengancam dan mengudeta NKRI dalam level konstitusional.