Serikat Pekerja Pertamina Disebut Sudah Terpapar Radikalisme Gegara Menolak BTP Jadi Bos BUMN
Recana Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi bos BUMN tak didukung pekerja PT Pertamina.
Recana Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menjadi bos BUMN tak didukung pekerja PT Pertamina.
Menteri Agama Fachrul Razi berjanji akan melakukan perbaikan di berbagai lini, termasuk soal radikalisme. Untuk itu, ia meminta polemik radikalime tidak lagi diperpanjang.
Radikalisme dan terorisme tidak bisa dinilai dari apa yang dikenakan seseorang. Hal tersebut disampaikan Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Hendri P Lubis.
Isu kelompok radikal kembali hangat di Indonesia. Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Prof Irfan Idris menjelaskan empat kriteria radikal yang harus dipahami masyarakat.
Menteri Agama Fachrul Razi diminta untuk tidak mengaitkan orang yang memakai cadar dan celana cingkrang sebagai penganut aliran atau kelompok radikal. Permintaan tersebut disampaikan sosiolog Universitas Indonesia (UI) Thamrin Amal Tamagola.
Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi menegaskan bahwa negara tidak menoleransi keberadaan khilafah.
Semua kementerian di kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo, menurut Menteri Agama Fachrul Razi, memiliki peran yang sama untuk memerangi masalah radikalisme.
Pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin memberi perhatian serius terhadap radikalisme di Indonesia. Beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju bahkan ditugasi khusus menangani urusan radikalisme.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menggelar kegiatan literasi pencegahan terorisme dan radikalisme pada setiap unsur masyarakat. Hal itu dilakukan untuk menangkal munculnya benih-benih terorisme yang bersumber dari dunia digital.
Pemerintah diharapkan mampu menyelesaikan berbagai masalah terkait dengan keagamaan, salah satunya pemberantasan gerakan-gerakan radikal di Tanah Air.Harapan itu disampaikan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.