Kemarau Panjang, Sumur Warga Pinggiran Wonosari Mengering
Kemarau Panjang di Gunungkidul mulai berdampak ke warga yang biasanya tidak kesulitan air. Salah satunya terlihat Padukuhan Sidorejo, karangtengah, Wonosari.
Kemarau Panjang di Gunungkidul mulai berdampak ke warga yang biasanya tidak kesulitan air. Salah satunya terlihat Padukuhan Sidorejo, karangtengah, Wonosari.
Kemarau Panjang menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha tangki pengangkut air di Gunungkidul. Pemintaan air bersih meningkat untuk memenuhi kebutuhan warga.
Hingga akhir Oktober ini Kabuptaen Bantul belum memasuki musim hujan. Fenomena ini berimbas pada mundurnya penanaman padi di sejumlah wilayah
Jumlah kalurahan yang terdampak kekeringan dan mengajukan dropping air terus bertambah. BPBD Sleman mencatat dari 14 Agustus 2023 hingga 21 Oktober 2023 ada 13
Kekeringan di Bantul selama musim kemarau tahun ini telah melanda sebanyak 18 kalurahan di 10 kapanewon.
BPBD Gunungkidul memperkirakan anggaran droping hanya bertahan untuk1 bulan. Di puncak kemarau, selain anggaran makin menipis juga terkendala sumber menyusut.
Pakar manajemen air UGM membeberkan sejumlah faktor penyebab penurunan air tanah di DIY.
Anggaran dropping air di Kapanewon Tepus dipastikan sudah habis. Total bantuan yang disarlurkan ke Masyarakat di tiga kalurahan mencapai 450 tangki.
Sejumlah sumur di Sleman mulai mengalami kekeringan di musim kemarau kali ini.
Berdasarkan data BMKG Yogyakarta, hujan diprediksi akan menyapa wilayah DIY mulai awal November 2023.