Menhub Perkirakan Ada 10 Juta Pergerakan saat Larangan Mudik Nataru
Menhub Budi Karya menyebut masih ada 10 juta pergerakan apabila pemerintah memberlakukan larangan mudik Nataru.
Menhub Budi Karya menyebut masih ada 10 juta pergerakan apabila pemerintah memberlakukan larangan mudik Nataru.
Menhub Budi mewacanakan bagi masyarakat yang ingin bepergian saat Nataru wajib memiliki stiker khusus dari RT/RW setempat.
Pemerintah telah menetapkan larangan mudik. Namun, di Posko Penyekatan Pemudik di Gunungkidul, ada 312 kendaraan yang diperbolehkan melintas masuk Bumi Handayani.
Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul bersama-sama dengan tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penyekatan kendaraan di pintu mmasuk Gunungkidul. Hingga Rabu (12/5) pukul 00.00 WIB, kendaraan yang tercatat masuk mencapai 117.523 unit.
Pemerintah telah resmi melarang mudik. Namun, Kementerian Perhubungan mencatat ratusan ribu kendaraan pribadi bergerak keluar DKI Jakarta selama enam hari, atau sejak diberlakukan aturan larangan mudik pada 6 Mei lalu sampai hari ini 11 Mei 2021.
Hingga tiga hari pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021, Polres Magelang bersama instansi terkait telah menyuruh 137 kendaraan untuk putar balik, sebagai upaya penertiban larangan mudik Lebaran 2021.
Guna memastikan pelaksanaan larangan mudik Lebara, Ketua DPR RI Puan Maharani akan meninjau pelaksanaan larangan mudik di tiga provinsi, yakni Lampung, Banten, dan Jawa Tengah. Puan ingin memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif dalam menekan penyebaran COVID-19.
Kebijakan larangan mudik yang diberlakukan Pemerintah selama Hari Raya Idul Fitri 1442 H dinilai tidak efektif untuk mencegah kenaikan jumlah kasus positif COVID-19, menurut Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono.
Pemerintah telah menetapkan larangan untuk mudik Lebaran 2021. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya kenaikan pengguna kereta api yang melakukan perjalanan nonmudik sebesar 12,97 persen pada 6 Mei 2021 atau hari pertama peniadaan mudik Lebaran 2021.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menemukan masih ada pemudik yang nekat berdatangan ke Jawa Tengah. Karenanya, ia meminta seluruh Bupati/Wali Kota siaga mengantisipasi kebocoran pemudik.