Petugas Bantah Penyekatan Masuk Kota Jogja Longgar
Kepala Pos Penyekatan Wirobrajan, Kota Jogja, AKP Agus Hariyato membantah jika pengawasan terhadap kendaraan pemudik belum optimal atau longgar.
Kepala Pos Penyekatan Wirobrajan, Kota Jogja, AKP Agus Hariyato membantah jika pengawasan terhadap kendaraan pemudik belum optimal atau longgar.
Polisi masih mendapati puluhan kendaraan bernomor polisi (nopol) luar kota yang melintas di pos penyekatan Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/10/2021) pagi.
Untuk menjaga semangat dan kondisi kesehatan para petugas yang melaksanakan penjagaan, Jasa Raharja Cabang DIY menyalurkan paket ransum di Posko-Posko Operasional Ketupat Progo 2021. Pemberian paket ramsum tersebut sebagai wujud apresiasi kepada petugas.
Ada saja cara yang dilakukan pemudik agar lolos dari pemeriksaan di Posko Penyekatan Mudik. Termasuk dengan cara-cara mengelabui petugas.
Hingga hari kedua larangan mudik lebaran 2021, Kepolisian telah memutar balik 32.815 kendaraan di seluruh pos penyekatan dari Sumatera hingga Bali.
Jalur alternatif Tempel, Pakem, Cangkringan, Klaten, cukup sepi dilalui kendaraan pemudik. Pada hari biasa, jalur ini cukup padat dengan berbagai jenis kendaraan. Hanya beberapa kendaraan luar dari daerah yang melintasi jalan ini. Kendaraan plat luar daerah yang melintas didominasi plat AA dan AD. Hanya beberapa kendaraan plat B, H, dan K yang melintasi jalur ini.
Pemerintah Kota Jogja masih mengkaji isu larangan "mudik lokal" dalam wilayah aglomerasi. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, belum mendapat keterangan tertulis tentang teknis kebijakan ini dari pemerintah pusat.
Sebanyak 135 kendaraan baik roda dua maupun roda empat diperiksa di pos pengamanan (pospam) di Kapanewon Temon pada Jumat (7/5/2021). Dari 135 kendaraan, sebanyak 28 kendaraan diminta untuk putar balik.
Untuk mengurangi kemungkinan besar penyebaran virus Covid-19 saat hari raya, maka tetaplah menggunakan masker saat menerima tamu.
Penurunan jumlah pergerakan transportasi dan penumpang pada hari pertama peniadaan mudik, Kamis (6/5/201) cukup terkendali lantaran masyarakat telah mudik duluan pada masa pra peniadaan mudik.