Erupsi Efusif Sebulan Terakhir Memicu Letusan Dahsyat Gunung Agung
Gunung Agung mengalami letusan strombolian lantaran akumulasi tekanan akibat erupsi efusif yang telah terjadi selama satu bulan ini.
Gunung Agung mengalami letusan strombolian lantaran akumulasi tekanan akibat erupsi efusif yang telah terjadi selama satu bulan ini.
Letusan Gunung Agung pada pukul 21.04 Wita (20.04 WIB) tergolong dahsyat dengan ditandai suara dentuman dan lontaran lava pijar mencapai 2 km. Momen letusan besar itu terekam kamera pemantau dari Bukit Asah, Karangasem, Bali.
Gunung Agung di Karangasem Bali mengalami erupsi beberapa kali pada Snein (2/7/2018).
Gunung Agung kembali mengalami erupsi. Bahkan, pada Senin malam (2/7/2018), pada pukul 21.04 waktu Indonesia Tengah (Wita), gunung di Kabupaten Karangasem, Bali ini meletus untuk keempat kalinya dalam satu hari.
Gunung Agung di Bali yang sempat mengalami erupsi pada Jumat (29/6/2018), tidak mengeluarkan debu vulkanik pada hari ini, Sabtu (30/6/2018).
Gunung Agung di Pulau Bali mengalami erupi. Aktivitas ini menyebabkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ditutup sementara selama 16 jam ke depan.
Gunung Agung di Pulau Bali mengalami erupsi. Dalam 12 jam terakhir Gunung Agung terus aktif. Bahkan secara visual terpantau sinar api di atas puncak gunung api itu.
Seluruh pendaki yang terjebak kebakaran berhasil dievakuasi. Tiga jalur pendakian ke Gunung Lawu, jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan jalur pendakian Candi Cetho terpaksa ditutup menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan hutan pinus wilayah Argo Tiling.
Aliran lava di Big Island Hawaii terus berlanjut sejak letusan Gunung Berapi Kilaeua dimulai awal bulan lalu, seperti diungkapkan Walikota Hawaii, Harry Kim, Kamis waktu setempat. Aliran lava ini setidaknya sudah merusak sekitar 600 rumah.
Jumlah rumah yang rusak akibat aliran lava dari kaki gunung berapi Kilauea di Hawaii terus bertambah. Lava tersebut setidaknya sudah menghancurkan sekitar tiga lusin rumah di Big Island.